Setelah Ditahan dan Dikeroyok Israel, Sutradara Palestina Peraih Oscar, Hamdan Ballal Dibebaskan
- IG @basilaladraa
Militer Israel menyatakan bahwa mereka tiba di lokasi setelah terjadinya “konfrontasi keras” antara warga Palestina dan Israel yang saling melempar batu. Dalam pernyataannya, militer menyebutkan bahwa kekerasan itu dipicu oleh “beberapa teroris” yang melempar batu ke warga Israel hingga merusak kendaraan mereka. Tiga warga Palestina dan satu warga Israel kemudian dibawa untuk diperiksa.
Yuval Abraham, sutradara bersama lainnya dalam film No Other Land yang berkewarganegaraan Israel, menyatakan bahwa Ballal mengalami cedera di kepala dan perut.
Petani Lansia, Aktivis Asing, Juga Jadi Korban
Najah Mughanam, tetangga Ballal, juga menjadi korban kekerasan. Ia dan suaminya yang berusia 60-an dan bekerja sebagai peternak domba, diserang oleh pemukim. Suaminya dipukul dengan sekop, dan ini merupakan kali kedua mereka diserang dalam sepekan terakhir. Selain mencoba mencuri domba, para pemukim juga merusak tangki air mereka.
Najah menyebutkan bahwa kekerasan pemukim semakin meningkat sejak pecahnya perang pada 7 Oktober 2023.
“Sejak tanggal itu, sudah lebih dari 45 kali kami diserang di Susya,” katanya.
Lima aktivis asal Amerika dari organisasi Center for Jewish Nonviolence (CJNV) yang juga berada di lokasi kejadian mengatakan mereka diserang oleh sekitar 20 pemukim bertopeng, bersenjata pentungan, pisau, dan senapan. Mereka menduga kekerasan terjadi setelah konflik dengan seorang pemukim yang menggembalakan domba di dekat rumah warga Palestina.
Jenna, seorang aktivis CJNV yang meminta hanya disebut dengan nama depannya karena alasan keamanan, mengatakan bahwa kelompoknya tidak menyaksikan penangkapan Ballal secara langsung, namun mereka sendiri menjadi korban kekerasan. Saat mencoba kembali ke mobil, ia dipukul dengan tongkat. Video dari dashcam mobil menunjukkan seorang bertopeng melempar batu ke kaca depan, dan foto-foto memperlihatkan kaca mobil pecah berserakan di dalam.
Josh Kimelman, anggota kelompok CJNV lainnya, menyatakan bahwa tentara Israel melihat kejadian tersebut namun tidak bertindak.
“Kami bilang kami diserang. Mereka jawab ‘semuanya akan baik-baik saja’ dan hanya berdiri di dekat kami tanpa mengejar para pemukim,” ungkapnya.
Kimelman menambahkan bahwa serangan semacam ini kerap terjadi, namun tidak selalu mendapat perhatian publik.
