Lisa Mariana vs Ridwan Kamil, Psikolog Ungkap Dampak Moral dan Emosional ke Anak
- Istimewa, voxpop.id
Jakarta, VoxPop – Kasus kontroversial yang melibatkan selebgram Lisa Mariana dan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kembali mencuat ke publik. Lisa Mariana, yang dikenal dengan citranya yang berani, mengklaim telah melahirkan seorang anak yang kini identitas ayah biologisnya dipertanyakan.
Lisa pun secara terbuka menantang Ridwan Kamil untuk melakukan tes DNA guna membuktikan kebenaran tersebut. Scroll lebih lanjut ya.
Menanggapi kisruh yang menjadi perbincangan hangat di masyarakat itu, psikolog Rose Mini Agoes Salim memberikan pandangan mendalam dari sisi psikologis dan moral. Dalam wawancara yang dikutip dari kanal YouTube Reyben Entertainment pada Selasa, 8 April 2025, Rose menyatakan bahwa seharusnya seorang ibu mengetahui siapa ayah dari anak yang dilahirkannya.
“Yang paling tahu tuh sebetulnya ibunya, siapa bapaknya. Tes DNA itu hanya membuktikan pada dunia bahwa ini anaknya siapa, tetapi bukan berarti si orang tua ini gak tahu sebetulnya bapaknya siapa, harusnya dia tahu,” ujarnya.
Namun, Rose Mini juga membuka kemungkinan adanya kebingungan dari pihak ibu apabila yang bersangkutan menjalin hubungan dengan banyak pria, hingga sulit menentukan siapa sebenarnya ayah dari sang anak. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pembuktian tetap bisa dilakukan.
Dalam penjelasannya, Rose menggarisbawahi bahwa anak tidak bersalah dalam situasi ini. Ia menaruh perhatian pada dampak psikologis yang bisa dialami anak tersebut akibat kondisi kelahirannya yang penuh kontroversi.
“Tetapi intinya pada waktu anak ini lahir, anak ini kan gak berdosa, anak ini gak tahu kenapa dia harus dilahirkan dengan cara seperti ini,” katanya dengan nada prihatin.
Lisa Mariana
- IG @lisamarianaaa
Menurut Rose, tanggung jawab besar kini berada di pundak sang ibu. Ia menekankan pentingnya peran ibu dalam membentuk karakter dan masa depan anak.
“Kalau dia itu (dijaga) di tangan ibunya, maka ibunya yang harus berubah. Ibunya yang harus kemudian memberikan contoh-contoh baik,” tutur Rose.
Lebih lanjut, Rose menyatakan bahwa kunci utama dari pengasuhan yang sehat terletak pada kemampuan orang tua, siapa pun dia, untuk berubah dan memberikan teladan positif kepada anak.
