Muhadjir Effendy Apresiasi Wujud Kesetiakawanan Sosial "Tumou Tou"

Muhadjir Effendy berikan bantuan pada Puncak Peringatan HKSN
Sumber :
  • Biro Humas Kemensos

Kemudian, Balai Disabilitas "Nipotowe" di Palu berupa bantuan kewirausahaan berbasis keluarga sebesar Rp. 120 juta utk 60 org binaan LKS YPKE Manado dan 40 orang LKS Putra Mandiri. 

img_title Jadi Inspirasi Green Warrior Bandung, Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut

Selain itu, Mensos juga menyerahkan bantuan dari Balai Anak "Todoppuli" di Makassar sebesar Rp. 3 juta untuk 10 orang di Panti Asuhan Dorkas Tomohon dan Panti Asuhan Etty Tondano. Bantuan juga diberikan oleh Balai Disabilitas "Wirajaya" di Makassar sebesar Rp. 12,5 juta untuk LKS YPAC Manado. 

Bantuan berupa 200 paket APD (masker, vitamin, dan hand sanitizer) yang didistribusikan untuk Balai "Tomou Tou" Manado, IPWL Bunga Bakung dan IPWL Kaloran. 

img_title Membangun Masa Depan Inklusif melalui Akses Pembelajaran yang Setara

Meski peringatan puncak dilakukan ditengah pandemi, namun imbuh Muhadjir, tidak menyurutkan niat kita untuk mengaplikasikan nilai-nilai kesetiakawanan sosial di dalam kehidupan sehari-hari sesuai kemampuan dan profesi masing-masing. 

"Melalui momentum HKSN tahun 2020 ini, saya berharap agar masyarakat lebih peduli dan berbudaya untuk menghadapi permasalahan bangsa," ujarnya Muhadjir. 

img_title Erick Thohir Ungkap Prabowo Ingin Perkuat Atlet Disabilitas, Begini Caranya

Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI Harry Hikmat menyampaikan rasa syukurnya di tengah-tengah pandemi Covid-19 ini Menteri Sosial Ad Interim RI Muhadjir Effendy yang juga Menko PMK menyempatkan hadir di salah satu UPT Kementerian Sosial yakni Balai "Tumou Tou" Manado. 

"Hari ini Bapak Mensos cukup rileks. Tadi juga Pak Menteri memberikan apresiasi yang dilakukan Balai Disabilitas "Tomou Tou" yang memproduksi abon dari ikan cakalang dan sambel ikan rowa," kata Harry usai mendampingi Mensos Ad Interim di Balai Disabilitas "Tomou Tou" Manado, Sabtu (19/12). 

Menurut Harry, abon cakalang dan sambal ikan rowa ini layak diproduksi dan dipasarkan. 
Karena, kata dia, kemampuan membuat 2 produk itu merupakan hasil pelatihan dari seorang pelaku usaha. 

"Sehingga kami melihat bukan hanya terampil membuat produknya tapi juga dibantu untuk pemasaran. Caranya dengan diposting di e-commerce sehingga ada perputaran dari hasil produksi penyandang disabilitas ini," bebernya. 

Menurutnya, dengan adanya hasil penjualan ini, para penyandang disabilitas mendapatkan penghidupan yang lebih baik. 

Selain itu, para penyandang disabilitas ini bekerja dengan pendekatan kelompok atau usaha kelompok bersama. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut