Hidup Bersama Covid-19, Gaya Hidup Sehat Harus Diterapkan
- ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko
“Asupan sayur dan buah orang Indonesia saat ini masih jauh di bawah target. Ini har us kita tingkatkan. Sayur sebaiknya dikonsumsi sebanyak kurang lebih 3 gelas per hari. Buah 2-3 porsi/hari, sebagai contoh 3 apel merah kecil atau 2 pisang ambon ukuran sedang per hari,” ujar Annta.
Tambahan suplemen vitamin, menurut Annta, diperlukan oleh orang dengan penyakit tertentu, serta mereka yang memiliki pekerjaan berisiko tinggi terpapar virus COVID-19, seperti tenaga kesehatan. Masyarakat umum lainnya yang sehat, cukup memastikan asupan gizi seimbang.
Susu, karena mudah dikonsumsi, dapat dijadikan salah satu sumber energi dan tambahan vitamin mineral pagi pasien kasus COVID-19. “Tetapi, tidak benar bila ada yang mengatakan bahwa susu bisa membersihkan paru-paru,” tandas Annta.
Sebagai langkah perlindungan kesehatan bagi anak-anak di bawah 12 tahun yang belum dapat menerima vaksin COVID-19, Annta memberikan beberapa saran khusus. Menurutnya, anak usia di atas 2 tahun harus tercukupi gizi dan energinya, serta dibiasakan banyak makan sayur dan buah.
Sedangkan bagi anak yang masih menerima Makanan Pendamping ASI (MPASI), dipastikan kualitas ASI yang baik selain asupan protein dan lemak yang cukup.
Selain kandungan gizi, masyarakat perlu menjaga jadwal makan sehari -hari. Umumnya, jadwal makan terbagi berdasarkan tiga waktu utama, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam. Menurut beberapa pakar dapat juga diterapkan lima waktu makan, yakni 3 kali makanan utama dan 2 kali makanan kecil, diutamakan sayur atau buah.
Dalam makanan utama, perlu diperhatikan kelengkapan sayuran, karbohidrat, dan protein. Dianjurkan, 50 persen sayur dan buah, 25 persen protein, dan 25 persen karbohidrat.
Cara memasak juga merupakan komponen penting dalam menjaga pola makan yang sehat. Teknik memasak dengan merebus atau mengukus dinilai lebih sehat untuk menjaga kandungan nutrisi pada sayuran yang dimasak. Prosesnya juga perlu diperhatikan. Sebagai contoh, sayur yang direbus itu baik, tetapi sebaiknya tidak direbus terlalu lama.
Sebagai salah satu ikhtiar individu, masyarakat diharapkan untuk menerapkan gaya hidup sehat, mulai dari menjaga pola makan. Dengan demikian, kita dapat hidup berdampingan dengan COVID-19 secara lebih aman.
