Ayo Donor Darah untuk Sesama dan Kesehatan Pribadi

Ilustrasi donor darah.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Yusran Uccang

VoxPop – Pembatasan mobilitas dan kekhawatiran akan penularan virus, menimbulkan berkurangnya jumlah pendonor darah selama pandemi, baik secara nasional maupun global. Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) pun tidak kebal terhadap pengaruh tersebut. Persediaan darah turun, sementara permintaan tetap tinggi.

img_title Rupiah Balik Melemah ke Rp 18.013 usai Rilis soal Ekspansi PMI Manufaktur dan Deflasi Juli 2026

Di tengah pandemi, darah tetap dibutuhkan untuk berbagai terapi penyakit. Selain untuk pasien yang membutuhkan darah secara rutin, hingga untuk perawatan yang tidak rutin seperti penyakit demam berdarah, kecelakaan, atau ibu melahirkan.

Saat ini, data yang dihimpun PMI menunjukkan, bila sebelumnya ketersediaan darah bisa untuk 4 hari, namun sekarang hanya cukup untuk 2 hari.

img_title PMI Manufaktur Tunjukkan Sinyal Positif, Kadin Ingatkan Industri Belum Pulih Secara Kuat

Dalam Dialog Virtual Kabar Kamis Siang Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN, Kamis (16/9/21), Kepada Bidang Unit Donor Darah PMI Pusat, Linda Lukitari mengungkapkan situasi donor darah sebelum dan setelah pandemi memang sangat berbeda.

Penyebab yang pertama adalah akses ke unit donor darah. Selain pendonor tidak lagi leluasa mendatangi unit donor darah, banyak perkantoran menjalankan Work From Home (bekerja dari rumah) dan kegiatan di fasilitas publik tidak berjalan seperti biasa, sehingga lokasi donor darah pun berkurang. Mobil donor darah juga tidak dapat beroperasi seperti sebelum masa pandemi.

img_title Menteri P2MI Sebut PMI Asal Cianjur Dipulangkan dari Libya Itu Korban TPPO

“Tahun 2021, hingga September ini stok darah memang belum bisa dibilang cukup, terutama di beberapa daerah dan golongan darah tertentu. Namun sudah cukup membaik, jika dibandingkan dengan situasi pada awal pandemi di 2021. Pada saat itu, terjadi penurunan sampai sekitar 60%,” tutur Linda.

Selain itu, tidak dapat dipungkiri, adanya kekhawatiran pendonor akan penularan COVID-19. Guna mengatasi hal tersebut, menurut Linda, pihaknya selalu memastikan penerapan protokol kesehatan ketat di lokasi pengambilan donor darah oleh para petugas, yang semua sudah divaksin. Calon pendonor juga diwajibkan mematuhi protokol kesehatan.

Protokol kesehatan di PMI terkait pelaksanaan donasi darah di masa pandemi COVID-19, yakni dimulai dari pemeriksaan suhu sebelum berdonasi, wawancara terkait kemungkinan tertular COVID- 19, pemeriksaan fisik sederhana, hingga disinfektan berkala.

“Unit donor darah kami juga sekarang buka 24 jam,” tambah Linda.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut