Pemerintah Indonesia Waspadai Peningkatan Kasus Global
Kemudian bagi yang melakukan perjalanan dengan transportasi darat dan laut wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama), surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR H-3 atau hasil negatif uji Rapid Test Antigen paling lama 1 x 24 jam sebelum keberangkatan. Penunjukan bukti telah mengikuti vaksinasi dianjurkan melalui Aplikasi PeduliLindungi.
“Untuk menunjukan keakuratan dan memastikan keaslian hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil negatif uji Rapid Test Antigen, surat keterangan tersebut wajib dilengkapi dengan Barcode/QRCode," katanya.
Dia menambahkan, sebagai provinsi yang sangat bertumpu terhadap sektor pariwisata, yaitu sebesar 53 % dan sebanyak 1 juta lebih tenaga kerja diserap dari sektor pariwisata, tentu dampak COVID-19.
Menurutnya, terjadi penurunan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 83,26% dan penurunan wisatawan nusantara sebanyak -56,41%. "Sedangkan pajak hotel dan restoran pun menurun sebesar -71,35%," ujarnya.
Komunikasi Publik
Made Rentin menambahkan, ada beberapa permasalahan terkait penanganan pandemi COVID-19 di Bali.
Diantaranya, kurang pemahaman/abainya masyarakat terhadap bahaya COVID-19. Kemudian ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang kadang-kadang muncul akibat tersebarnya hoaks atau disinformasi di masyarakat terkait pandemi.
Untuk itu, menurut Made, perlu strategi komunikasi publik yang perlu ditingkatkan terkait sinergitas antar komponen dan perlu dilaksanakan secara komprehensif. "Perlu ditingkatkannya penyebaran kata-kata kunci di masyarakat seperti disiplin prokes, jaga jarak, 5M, dan lain sebagainya," katanya.
Dalam kesempatan yang sama Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Widiarsi Agustina mengatakan, ada beberapa isu strategis pada tahun 2022 mendatang.
Diantaranya terkait vaksinasi yang pada tahun 2022, pemerintah mendorong penggunaan vaksin dalam negeri, seperti vaksin Merah Putih. Kemudian disiplin protokol kesehatan juga masih terus menjadi perhatian.
Hal ini akan menuntut perubahan perilaku masyarakat agar patuh pada protokol kesehatan. Pemilihan ekonomi nasional juga diharapkan bisa terus membaik seiring dengan terus membaiknya kondisi pandemi di tanah air.
“Juga terkait penyelenggaraan KTT G20 pada tahun 2022 mendatang harus jadi perhatian. Kita punya pengalaman menyelenggarakan kegiatan besar seperti PON Papua yang bisa berjalan dengan baik," katanya.
