Kementan Tekankan Pentingnya Keterbukaan Informasi untuk Ketahanan Pangan Nasional

Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP) volume 35
Sumber :
  • Kementan

VoxPop – Kementerian Pertanian (Kementan) menekankan pentingnya layanan dan akses data dan keterbukaan informasi publik dalam menjalankan roda pembangunan pertanian masa depan yang memiliki misi maju, mandiri dan modern.  

img_title Pemerintah Wajibkan Industri Gula Punya Kebun Tebu Sendiri, Asosiasi Petani Buka Suara

Menteri Pertanian (Kementan), Syahrul Yasin Limpo, mengatakan informasi publik merupakan awal dari lahirnya sebuah data yang penting sebelum melakukan pengambilan kebijakan.

Menurnutya data dan informasi publik merupakan senjata utama pada sektor pertanian yang tidak boleh dipermainkan menjadi sebuah kebijakan yang menyesatkan. Sebab dari informasi yang terpublikasi nantinya akan melahirkan transparansi.

img_title Nilai Tukar Petani Meningkat 0,15 Persen di Juli 2026

"Dari informasi yang terbuka itu maka akan melahirkan akuntabilitas publik, sudah cocok tidak antara data dan harapan dan kebutuhan publik? Kita bilang data kita bagus, tapi publik bilang tidak. Itu kan, repot. Maka transparansi membangun akuntabilitas publik," ujar Mentan Syahrul.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi pada agenda Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP) volume 35, Jumat (24/9), yang bertemakan keterbukaan informasi untuk ketahanan pangan nasional.

img_title 3 HP Murah dengan Sinyal Kuat dan Baterai Besar, Solusi Praktis bagi Petani di Daerah Pedesaan

"Kami membentuk  program-program yang sudah diikuti oleh ribuan petani serta Lembaga sebagai bentuk mengimplementasikan UU Nomor 14 Tahun 2008," kata Dedi.

"BPPSDMP selalu memberikan informasi terhadap program yang dijalankan dan juga dampaknya kepada petani, penyuluh dan masyarakat luas. Salah satu penyebaran informasi melalui kegiatan MSPP dan juga berbagai media lainnya," sambungnya.

Dedi juga menyampaikan bahwa kementan  baru saja mendapatkan  penghargaan penderasan informasi publik terbaik dan pelayanan informasi publik teresponsif, karena kementan telah melakukan  penderasan massive tentang informasi yang diberikan.

Hadir sebagai narasumber Samrotunnajah Ismail, yang merupakan komisioner KIP(Komisi Informasi Publik) bidang edukasi sosialisasi dan advokasi. Ia mengatakan bahwa ketika ada proses penderasan informasi harus dimanfaatkan petani dan penyuluh dalam upaya mensinergikan ketahanan pangan.

Ia mengatakan, diperlukannya pendampingan dengan hadirnya banyak teknologi untuk mengadaptasinya disesuaikan dengan perkembangan zaman. "Pengembangan diri diperlukan melalui pelatihan-pelatihan dan juga perlunya Kementan bersinergi dengan kementerian lainnya," jelas Samrotunnajah.

Selanjutnya, lanjut Samrotunnajah, diperlukan juga melihat informasi terkait dengan sarana langsung atau tidak langsung, seperti memperoleh informasi potensi pasar.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut