MIPI Luncurkan Buku Etika Pemerintahan di Jakarta

MIPI meluncurkan buku berjudul “Etika Pemerintahan”
Sumber :
  • Kemendagri

VoxPop – Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) meluncurkan buku berjudul “Etika Pemerintahan” di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (5/5/2023). “Etika Pemerintahan” merupakan buku kedua yang diluncurkan oleh MIPI. Sebelumnya, MIPI meluncurkan buku pertamanya berjudul “Buku Putih Pemerintahan Indonesia”.

img_title Presiden Ingatkan Sinergi Pemerintah dalam Digitalisasi Administrasi Kependudukan: Tidak Bisa Ditawar

Prosesi peluncuran buku ini dilakukan oleh Penasihat MIPI Prof. Ryaas Rasyid dengan menyerahkan buku itu secara simbolis kepada segenap jajaran pengurus dan pegiat di MIPI. Selain itu, buku itu juga diserahkan secara simbolis kepada Menteri Bidang Politik Hukum dan Keamanaan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang hadir sebagai pembicara kunci.

Dalam sambutannya, Ketua Umum MIPI Bahtiar mengatakan, pihaknya mengapresiasi atas terbitnya buku “Etika Pemerintahan”. Dirinya juga menyambut positif atas partisipasi banyak pihak, baik dari kalangan birokrat, pejabat negara, akademisi, praktisi, awak media, hingga sejumlah tokoh yang hadir pada acara tersebut.

img_title Kemendagri Bakal Cek ke 79 Daerah Sebelum TKD Ditambah, Tito: Efisiensi Dulu

“Kami sekali lagi terima kasih Pak Muhadam Labolo, salah satu pengurus MIPI yang telah sukses mengorganisir penulisan buku ini, juga terima kasih kepada para penulis (yang telah menyusun buku ini),” ujar Bahtiar.

Bahtiar menilai, kehadiran buku tersebut sangat penting bagi praktisi pemerintahan. Di samping itu, pihaknya juga menyambut baik atas kehadiran Menko Polhukam Mahfud MD yang juga merupakan penerima MIPI Award Tahun 2013. Apalagi sosok Menko Polhukam Mahfud MD dinilai telah mampu menjalankan praktik etika pemerintahan dengan baik selama ini.

img_title Kemendagri Pertimbangkan Usulan Penggunaan DAU Buat Bayar Gaji PPPK

“Maka tidaklah berlebihan sebagai MIPI kalau tahun 2013 Prof. Mahfud MD digelari penghargaan oleh MIPI, hari ini kami mendeclare Prof. Mahfud MD sebagai penjaga etika pemerintahan di Indonesia,” terangnya.

Sementara itu, dalam laporannya, Kabid Pengembangan Keilmuan dan Kerja Sama Perguruan Tinggi MIPI Muhadam Labolo mengungkapkan, terbitnya duku tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu landasan kebijakan, kode etik, dan menjadi panduan keseharian dalam semangat berbangsa dan bernegara.

Buku itu, kata dia, terdiri dari 561 halaman yang melibatkan sebanyak 25 penulis dari berbagai disiplin ilmu seperti filsafat, politik, hukum, kebijakan publik, administrasi negara, komunikasi, dan pemerintahan. Selain itu, buku ini dibagi menjadi 3 bagian utama yaitu etika dalam perspektif filsafat, etika dalam dialektika akademik, dan etika dalam ranah praktis pemerintahan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut