Bendungan Katulampa Kering, Air Diprioritaskan untuk Pertanian

Bendungan Katulampa Kering
Sumber :
  • Kementan

VoxPop – Tinggi muka air (TMA) Bendung Katulampa, Bogor Timur, Bogor, Jawa Barat, makin menyusut menyusul hujan yang kian jarang. Ini merupakan tanda musim kemarau kering yang sudah diwanti-wanti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak lama.

img_title Musim Kemarau Mulai, Langkah Antisipasi Karhutla di Jambi Diperketat

Koordinator Pengelola Bendung Pintu Air Katulampa Bogor Andi Sudirman memastikan, untuk sektor pertanian tetap menjadi prioritas utama untuk mendapatkan air yang ada. Andi membenarkan bila kondisi air memang berkurang namun masih cukup untuk pertanian.

img_title Mulai Senin 3 Agustus, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Kalsel

"Air yang ada di Bendungan Katulampa dibagi dua. Yaitu ke Kali Baru untuk kebutuhan pertanian,  Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor. Satunya dialirkan ke Sungai Ciliwung yang melalui Kota Bogor," jelas Andi, Senin (31/7/2023).

Dia mengungkapkan, seperti yang diberitakan media, debit Bendungan Katulampa memang 0, karena tidak ada yang melimtas melalui mercu. Tetapi setiap hari air digelontorkan melalu saluran penguras sekitar 300 - 500 liter/detik .

img_title El Nino Makin Kuat, BMKG Ungkap Kondisi Cuaca Indonesia Terkini

"Sedangkan ke kali baru sampai saat ini air digelontorkan sekitar 2.500 - 3000 liter per detik, untuk pertanian dan Istana Bogor," ungkapnya.

"Jadi karena volume air saat ini berkurang, maka air diutamakan untuk mengairi pertanian sekitar 330 ha," sambungnya.

Sementara, Kementerian Pertanian (Kementan) mengantisipasi musim kemarau ekstrem atau El Nino dengan memanfaatkan infrastruktur air demi menjaga ketahanan pangan. 

"Kita harus melakukan upaya antisipasi perubahan iklim terutama saat kemarau nanti, dengan memanfaatkan infrastruktur air seperti embung, dam parit maupun long storage saat kemarau datang," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Kondisi musim kemarau seperti yang sudah BMKG prakirakan, lanjut Mentan SYL, akan terjadi kemarau yang ekstrem atau El Nino, sehingga perlu diwaspadai. 

"Kondisi kemarau harus diwaspadai, terutama pada bulan Agustus yang diprediksi menjadi puncak musim kemarau tahun ini," cetus Mentan SYL.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan, Ali Jamil mengatakan, terkait dengan ancaman El Nino bulan Agustus, Kementan menyiapkan berbagai antisipasi kekeringan. Di antaranya mendorong petani untuk ikut program asuransi usaha tani padi (AUTP), mengerahkan gerakan serbu El Nino melalui penggunaan pompa air di wilayah-wilayah rentan kekeringan dengan memanfaatkan sumber-sumber air yang ada.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut