BMKG Ungkap OMC Bisa Tambah Curah Hujan 40 Persen, Jadi Andalan Cegah Karhutla
- ANTARA FOTO/FB Anggoro
Jakarta, VoxPop – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap efektivitas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan sepanjang 2026 mampu meningkatkan curah hujan hingga 30-40 persen di wilayah tertentu.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, OMC menjadi salah satu instrumen yang digunakan pemerintah untuk menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.
Menurut Faisal, tambahan curah hujan tersebut dapat membantu menjaga kelembapan lahan sehingga potensi munculnya titik api dapat ditekan.
“Sudah dilakukan selama tahun 2026 ini dan efektivitasnya sekitar 30 sampai 40 persen dapat menambah curah hujan pada daerah-daerah tertentu,” ujar Faisal di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Rabu (29/7/2026).
OMC Tidak Dilakukan Sembarangan
Faisal menjelaskan, operasi modifikasi cuaca tidak dilakukan secara rutin berdasarkan jadwal tertentu. BMKG menentukan pelaksanaannya berdasarkan kondisi di lapangan dan data yang tersedia.
Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah kondisi muka air tanah, terutama di kawasan gambut. BMKG memantau kondisi tersebut sebelum menentukan wilayah yang membutuhkan intervensi melalui OMC.
Dalam pelaksanaannya, BMKG menggunakan data tinggi muka air tanah yang dimiliki Kementerian Lingkungan Hidup. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Kehutanan melalui aplikasi Sipongi.
Data tersebut menjadi dasar untuk menentukan kapan dan di wilayah mana operasi modifikasi cuaca perlu dilakukan.
“Kalau permukaan muka air tanah pada daerah gambut itu sudah turun pada kedalaman tertentu, maka di sana ditetapkan perlu dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca untuk menjenuhkan,” kata Faisal.
Dengan demikian, pelaksanaan OMC tidak semata-mata ditujukan untuk menghasilkan hujan, tetapi juga sebagai langkah untuk menjaga kondisi lahan gambut agar tetap memiliki cadangan air yang cukup.
Jaga Gambut Tetap Jenuh agar Tak Mudah Terbakar
Faisal menerangkan, lahan gambut memiliki tampungan air di bawah tanah. Karena itu, pemerintah berupaya menjaga muka air tanah tetap berada dalam kondisi normal sehingga lahan tetap jenuh.
Kondisi tersebut dinilai penting untuk mencegah lahan gambut mudah terbakar ketika memasuki periode kemarau.
