PLN Dapat Komitmen Hibah dari AS untuk Studi Pengembangan Mini-Grid EBT Daerah 3T di Indonesia Timur

Direktur Keuangan PLN, Sinthya Roesly
Sumber :
  • PLN

VoxPop – PT PLN (Persero) mendapat dana hibah senilai sekitar USD 1 juta dari Badan Perdagangan dan Pembangunan Amerika Serikat atau The United States Trade and Development Agency (USTDA). Dana hibah tersebut untuk mendukung studi kelayakan terhadap pembangunan infrastruktur energi baru terbarukan (EBT) yang dijalankan PLN di lima daerah terluar, terdepan dan tertinggal (3T) di wilayah Indonesia Timur.

img_title Bahlil Ungkap Biang Kerok Pemadaman Listrik di Kalimantan: Ada Masalah Pemeliharaan

Ket. Photo: Pertukaran dokumen Grant Agreement “The Indonesia Net Zero World Renewable Energy Mini-Grid” oleh Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly (kiri) dan The Charge d’Affaires ad interim U.S. Embassy Indonesia, Michael F. Kleine (kanan) sebagai simbol komitmen bersama antara PLN dengan USTDA untuk pengembangan EBT di wilayah 3T di Indonesia.

img_title Beberapa Wilayah di Jakarta Listrik Sempat Padam, PLN Ungkap Sudah Kembali Pulih

Kolaborasi ini ditandai dengan pertukaran dokumen Grant Agreement “The Indonesia Net Zero World Renewable Energy Mini-Grid” yang telah ditandatangani oleh USTDA dan PLN sebagai simbol komitmen bersama di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (12/02).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa kolaborasi dan kemitraan sangat penting untuk memajukan transisi energi di Indonesia. Hal ini dalam rangka mendukung langkah Pemerintah Indonesia yang telah mengumumkan target Enhanced-Nationally Determined Contribution (E-NDC) pada tahun 2030 dan Net Zero Emissions (NZE) di tahun 2060.

img_title Gratis Voucher Listrik hingga Rp1,3 Juta hingga Diskon Tarif, PLN Kasih Promo Home Charging EV

"Kolaborasi sangat penting untuk mempercepat transisi energi di Indonesia. Kemitraan ini tentu saja sejalan tujuan PLN untuk meningkatkan bauran energi terbarukan dalam rangka mewujudkan Net Zero Emissions," kata Darmawan.

Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly menyampaikan bahwa dana hibah sebesar sekitar USD 1 juta dari USTDA itu, akan digunakan untuk membiayai layanan jasa yang diperlukan sehubungan dengan persiapan studi kelayakan teknis dan ekonomi proyek mini-grid EBT Indonesia di wilayah 3T Indonesia Timur.

Ket. Photo: Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly menyampaikan dukungan dana dari USTDA akan digunakan untuk membiayai layanan jasa studi kelayakan mini-grid EBT di wilayah 3T di Indonesia Timur yang mencakup teknis, evaluasi dampak ekonomi dan lingkungan.

Kegiatan ini mencakup desain solusi teknik yang terperinci, evaluasi dampak ekonomi, lingkungan, hingga dampak lain dari pembangkit listrik EBT ketika dijalankan. Studi ini juga penting untuk menganalisis dan mendukung implementasi PLN dalam mempersiapkan proyek EBT di wilayah 3T di kemudian hari.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut