Kejar Produksi Tanaman Perkebunan Menuju Benih Unggul, Kementan Lakukan Pelepasan Varietas
- Kementan
“Untuk itu, dibutuhkan varietas kakao yang tahan hama dengan produktivitas yang tinggi, itulah salah satu usulan pelepasan varietas kakao yang diuji dalam sidang pelepasan varietas, begitupun dengan usulan dari komoditas yang lain,” tambahnya.
Dalam Sidang Pelepasan Varietas Tanaman Perkebunan kali ini, diusulkan 10 proposal calon varietas yang terdiri dari komoditas kakao, kelapa sawit, kelapa, sagu, dan tembakau. Masing-masing usulan ini memiliki keunggulan dan spesifikasi yang dibutuhkan masyarakat petani/pekebun saat ini.
Pada kesempatan tersebut, Rasidin Azwar sebagai salah satu anggota Tim Pelepasan Varietas (TPV) Tanaman Perkebunan menyampaikan, dalam sidang ini Tim TPV bekerja secara profesional dengan menjunjung tinggi metode pelepasan varietas dengan tetap memperhatikan kebermanfaatan varietas tersebut bagi masyarakat petani/pekebun.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Pengembangan Budi Daya dan Pascapanen Komoditas Pertanian, Andi Muhammad Syakir menyampaikan, perlunya evaluasi terhadap metode pengujian dalam pelepasan varietas, dan di era saat ini dituntut untuk serba cepat, maka dibutuhkan metode serta inovasi baru dalam melakukan pelepasan varietas tanaman.
“Jadi kita perlu cepat dengan tetap memperhatikan asas-asas pengujian demi kebermanfaatan bagi masyarakat petani/pekebun,” jelasnya.
Andi Nur kembali menuturkan, saat ini Sidang Pelepasan Varietas Tanaman Perkebunan dapat dilakukan kapanpun saat dibutuhkan, tidak perlu menunggu periode tertentu, sehingga sesuai kebutuhan.
“Yang utama, tujuan untuk menghasilkan benih yang berkualitas dapat tercapai dan harus bisa berkelanjutan, sehingga perlu dilakukan kolaborasi antara para pemilik varietas dengan para produsen benih atau pihak yang akan memproduksi benih, jadi benihnya dapat bernilai secara ekonomis,” pungkasnya.
