Drama di Misano, Ayah Veda Ega Saksikan Langsung Momen Haru Final Rookies Cup
- Veda Ega Pratama / instagram
VoxPop – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama mendapatkan tambahan energi saat tampil di final Red Bull Rookies Cup 2025 yang digelar di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Italia, 14 September 2025.
Dia mendapatkan dukungan langsung dari sang ayah Sudarmono bersama Gilang Widya Pramana alias Juragan 99. Sejak awal tahun, Veda memang dipercaya sebagai brand ambassador MS Glow for Men, lengkap dengan dukungan sponsor yang membawanya tampil di berbagai ajang internasional. Logo MS Glow for Men pun terlihat menempel di helm balapnya.
“Bagi MS Glow for Men, Veda adalah simbol semangat generasi muda Indonesia. Kami hadir langsung di Italia untuk mendukung dan menunjukkan bahwa mimpi besar anak bangsa bisa terwujud. Ini adalah langkah penting untuk membuka jalan Indonesia berlaga di MotoGP,” ujar Gilang Widya Pramana.
Di Race 1 final Red Bull Rookies Cup 2025, Veda start dari posisi kedua, tepat di belakang rival terkuatnya, Brian Uriarte asal Spanyol. Saat itu, Veda masih berada di posisi dua klasemen dengan selisih 21 poin. Jika berhasil menyelesaikan balapan dengan baik, asa memperpanjang persaingan hingga Race 2 masih terbuka.
Namun, harapan itu sirna. Veda terjatuh usai bersenggolan dengan pembalap Kirgizstan, Yaroslav Karpushin, di tikungan ke-14 dengan empat lap tersisa. Kecelakaan tersebut membuatnya gagal finis, sekaligus menutup peluang menjadi juara dunia.
Veda akhirnya mengakhiri musim di peringkat tiga klasemen dengan 170 poin. Posisi runner-up direbut pembalap Malaysia, Hakim Danish, dengan 171 poin, sementara gelar juara dunia jatuh ke tangan Brian Uriarte yang dominan dengan 216 poin.
Meski gagal membawa pulang gelar juara, musim 2025 tetap tercatat impresif bagi Veda. Pembalap berusia 16 tahun itu meraih sejumlah podium penting, termasuk dua kali finis runner-up di Red Bull Ring, Austria, serta kemenangan bersejarah di Mugello. Konsistensinya membuat Veda dipandang sebagai salah satu rider muda paling potensial.
Peluangnya untuk naik ke kelas Moto3 juga masih terbuka. Meski aturan umum mensyaratkan usia 18 tahun, regulasi bisa memberikan pengecualian bagi talenta muda. Meski hanya finis di peringkat tiga, performa stabil Veda diyakini menjadi modal penting untuk naik level.
