Perjalanan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia: Bantai Brunei, Pemecatan STY, hingga Mimpi Terhenti di Jeddah
- PSSI
Shin Tae-yong
- VoxPop.co.id/Andrew Tito
Puncaknya, pada awal 2025, PSSI secara resmi mengumumkan bahwa kontrak Shin Tae-yong tidak diperpanjang. Keputusan ini memicu gelombang reaksi keras dari publik. Tagar #SaveSTY sempat trending di berbagai platform media sosial, mencerminkan besarnya dukungan suporter terhadap pelatih asal Korea Selatan itu.
Sebagai pengganti, federasi menunjuk legenda Belanda Patrick Kluivert — mantan striker Barcelona yang diharapkan membawa nuansa baru dalam permainan Indonesia.
Era Baru di Bawah Patrick Kluivert
Kedatangan Kluivert disambut penuh antusiasme, tetapi juga tekanan besar. Dengan skuad berisi pemain naturalisasi seperti Maarten Paes, Jay Idzes, Kevin Diks, dan Eliano Reijnders, ekspektasi publik melonjak tinggi.
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert
- Instagram @timnasindonesia
Pada Babak Keempat Kualifikasi, Indonesia tergabung di Grup B bersama Arab Saudi, Jepang, dan Irak — grup maut yang memaksa Garuda bertarung melawan kekuatan top Asia.
Sayangnya, hasilnya tak sesuai harapan. Indonesia membuka laga dengan kekalahan dramatis 2-3 dari Arab Saudi, meski sempat unggul lebih dulu. Kemudian, di laga kedua melawan Irak, Indonesia kembali kalah 0-1 lewat gol tunggal Zidane Iqbal.
Dua kekalahan itu membuat peluang Indonesia langsung tertutup, menempatkan mereka sebagai juru kunci grup tanpa poin.
Kisah Berakhir di Jeddah
Laga melawan Irak menjadi titik akhir perjalanan panjang ini. Indonesia tampil berani dan disiplin, menciptakan beberapa peluang emas lewat Thom Haye dan Mauro Zijlstra, namun tidak ada yang berbuah gol.
Duel Timnas Indonesia vs Irak
- Instagram @timnasindonesia
Gol Zidane Iqbal di menit ke-75 memupus semua asa. Meski Irak bermain dengan 10 orang di menit akhir, Garuda tak mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain hingga peluit panjang berbunyi.
Kekalahan itu bukan sekadar kehilangan tiket ke Piala Dunia, tapi juga mengakhiri mimpi panjang yang sudah ditenun sejak awal kualifikasi.
Dari Euforia ke Evaluasi
Begitu laga usai, tagar #KluivertOut langsung merajai media sosial. Banyak pendukung kecewa karena performa tim di bawah Kluivert dianggap menurun dibanding era Shin Tae-yong. Namun di sisi lain, ada pula suara yang meminta publik bersabar dan memberi waktu bagi pelatih baru membangun kembali sistem permainan.
