Shin Tae-yong Disebut Pikirkan Nama Baik Erick Thohir sampai Rela Lakukan Hal Ini ke Pemain

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY)
Sumber :
  • Instagram/STY

VoxPop – Nama Shin Tae-yong kembali jadi sorotan publik Tanah Air usai mencuatnya kabar pemecatannya dari kursi pelatih Timnas Indonesia.

img_title Bung Harpa Sebut Jordi Amat jadi Titik Lemah Timnas Indonesia

Di tengah ramainya spekulasi soal konflik internal skuad Garuda, penerjemah pribadi sang pelatih asal Korea Selatan, Jeong Seok Seo alias Jeje, akhirnya buka suara.

Melalui podcast yang diunggah di kanal YouTube Ruang Publik, Jeje mengungkap sisi lain Shin Tae-yong yang jarang diketahui publik.

img_title Jay Idzes Mulai Dilirik Klub Eropa, Sassuolo Akhirnya Buka Suara

Ia menuturkan bagaimana sang pelatih harus menghadapi situasi pelik menjelang laga penting, termasuk saat harus membujuk pemain agar tidak meninggalkan tim.

Isu adanya konflik internal di tubuh Timnas Indonesia sempat berembus kencang. Rumor menyebut ada pemain yang kecewa berat hingga mengancam mundur jika Shin Tae-yong tak segera didepak dari jabatannya.

img_title Jelang Lawan Singapura, Bung Harpa Bongkar Kesalahan Fatal John Herdman Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Namun, Jeje menegaskan dirinya tak pernah mendengar langsung ancaman seperti itu.

“Jujur kalau masalah itu nggak dengar, tapi mungkin kata-kata lain yang saya dengar. Dan coach Shin pun nggak ada pilihan lagi harus bujuk-bujuk pemain ini yang mau pulang,” ungkap Jeje.

Pernyataan itu membuat publik terkejut. Dalam dunia sepak bola profesional, jarang ada pelatih yang sampai turun tangan membujuk pemain agar tetap bertahan apalagi menjelang laga besar.

Jeje menjelaskan, kejadian itu terjadi setelah laga kontra Bahrain, saat tim harus bersiap menghadapi China hanya dalam waktu lima hari.

“Jadi ya mungkin coach Shin juga memikirkan posisinya Pak Erick juga dan masalah media, masalah tim juga, ya akhirnya dibujuk-bujuk sampai dimainkan lagi gitu,” lanjutnya.

Menurut Jeje, Shin Tae-yong bahkan mendekati pemain tersebut secara personal. Ia berusaha meyakinkan bahwa pulang di tengah kompetisi bisa berdampak besar pada nama baik tim dan federasi.

“Kamu mau apa nggak gitu? Tapi ternyata dia tetap nggak mau. Setelah itu nggak tahu yang bujukin dia siapa. Eh, ada beberapa pihak yang bujukin dia, jangan pulang. Kalau pulang sekarang bakal ada masalah besar. Pasti dong di media. Jadi, ya dia akhirnya nggak pulang,” cerita Jeje.

Menariknya, pemain yang sempat ingin mundur itu justru tetap dipercaya tampil sebagai starter saat menghadapi China.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut