10 Petarung Terbaik di Divisi Lightweight UFC
- Daily Mirror
Dustin Poirier punya resume berat, dengan kemenangan atas Max Holloway, Justin Gaethje, Alvarez, dan dua kali McGregor. Meski tak pernah jadi juara tak terbantahkan, performanya di Octagon membuktikan ‘The Diamond’ bukan sekadar gelar, tapi legenda hidup 155 lbs.
4. Charles Oliveira – Raja Submission
‘Do Bronx’ Oliveira adalah mesin penghancur lewat submission. Rekor finis dan kemenangan submission terbanyak di UFC jadi bukti dominasi Brazil ini. Mengalahkan Poirier, Ferguson, dan Gaethje, Oliveira memadukan teknik, agresivitas, dan karisma penggemar yang luar biasa.
3. BJ Penn – Si Prodigy Serba Bisa
BJ Penn terkenal meski sering lebih kecil dari lawan-lawannya. Kombinasi boxing crisp dan jiu-jitsu tingkat tinggi membuatnya mengalahkan para elite divisi lightweight, termasuk Diego Sanchez dan Jens Pulver. ‘The Prodigy’ membuktikan ukuran bukan segalanya di Octagon.
2. Islam Makhachev – Sang Pewaris Tak Terkalahkan
Makhachev berkembang pesat, dari grappler satu dimensi menjadi juara dunia lightweight yang lengkap. Rekor 28-1 membuktikan, dia adalah salah satu lightweight terbaik era modern, hanya kalah tipis dari legenda tak tertandingi Khabib.
1. Khabib Nurmagomedov – ‘The Eagle’ yang Abadi
Siapa lagi kalau bukan Khabib? Dominasi tak terbantahkan, rekornya sempurna 29-0, dan kekuatan ground-and-pound yang menakutkan membuatnya tak tertandingi. Dari McGregor, Poirier, hingga dos Anjos, semua kalah dari taktik, kekuatan, dan ketenangan sang Eagle. Legenda sejati UFC lightweight, tanpa tanding.
