Atlet Kickboxing Bongkar Dugaan Pelecehan, Erick Thohir Murka

Menpora Erick Thohir di Istana Negara
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

VoxPop – Kasus dugaan pelecehan seksual kembali mencoreng dunia olahraga Indonesia. Setelah sebelumnya muncul di cabang panjat tebing, kini dugaan kasus serupa terjadi di cabang kickboxing yang diungkap seorang atlet putri asal Jawa Timur berinisial VAP (24).

img_title Munas Kickboxing Memanas, Pendiri Organisasi Klaim Jadi Korban Pengeroyokan Sekelompok Orang tanpa Tanda Pengenal

Lewat akun media sosialnya, VAP akhirnya memberanikan diri membuka cerita yang selama ini ia pendam.

“Aku memendam kejadian ini sejak lama. Aku takut bersuara karena dia adalah ketua, sementara aku hanya seorang atlet yang seharusnya fokus mengejar prestasi. Tapi diam terlalu lama membuat luka ini semakin berat,” tulis VAP dalam unggahannya di Instagram.

img_title Indonesia Kirim 432 Atlet ke Asian Games 2026, Ada 3 Cabor Berangkat Tanpa Dana APBN

Kasus tersebut kini telah ditangani oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur yang menetapkan seorang pria berinisial WPC sebagai tersangka.

Kasus ini mendapat perhatian serius dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir. Ia mengecam keras tindakan terduga pelaku yang disebut menyalahgunakan jabatan dan kewenangannya terhadap atlet.

img_title Polisi Sebut Ada 5 Orang yang Bawa Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Diduga Atas Perintah Sang Ibu

“Cerita atlet kickboxing tentang kekerasan seksual yang dialaminya sungguh membuat kita semua terluka. Saya merasakan kepedihan ketika membaca perjuangan korban mencari keadilan dengan melaporkan kasus ini,” ujar Erick.

Ia menyoroti fakta bahwa terduga pelaku merupakan pelatih sekaligus ketua pengurus provinsi organisasi kickboxing di Jawa Timur yang seharusnya melindungi dan membina atlet.

“Saya menghargai keberanian korban untuk bersuara. Tentu bukan hal mudah menghadapi trauma seperti ini, tetapi keberanian itu penting agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Erick menegaskan bahwa dunia olahraga harus menjadi ruang yang aman dan bermartabat bagi para atlet. Ia juga menyoroti bahwa dalam beberapa kasus terakhir, pelaku diduga berasal dari kalangan pelatih yang memiliki relasi kuasa terhadap atlet.

“Ini adalah penyalahgunaan kekuasaan yang tidak bisa ditoleransi. Dunia olahraga harus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa siapa pun yang terbukti menyalahgunakan jabatan atau relasi kuasa untuk melakukan kekerasan, termasuk kekerasan seksual, tidak boleh lagi terlibat dalam dunia olahraga.

“Tidak boleh ada toleransi. Mereka yang terbukti melakukan tindakan seperti ini tidak pantas berada di lingkungan olahraga,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut