Amri/Nita Tersingkir di Babak Pertama Japan Open 2026, Akui Kehilangan Ketenangan

Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah
Sumber :
  • Antara

VoxPop – Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah harus mengakhiri langkahnya pada babak pertama BWF World Tour Super 750 Japan Open 2026 setelah kalah dari pasangan unggulan keenam asal Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, di Tokyo, Jepang, Rabu 15 Juli 2026. 

img_title Rekap Hasil Wakil Indonesia di China Open 2026: Rachel/Febi Bikin Kejutan, Jojo ke 16 Besar

Amri/Nita menyerah dalam pertandingan dua gim dengan skor 18-21, 21-23, setelah gagal memanfaatkan momentum pada poin-poin penentuan.

Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Amri/Nita mampu mengimbangi permainan lawan dan bahkan beberapa kali berada dalam posisi unggul. Namun, pasangan Indonesia gagal menjaga ketenangan ketika memasuki fase akhir gim sehingga keunggulan tersebut tidak dapat dipertahankan.

img_title Hasil Ganda Campuran RI di China Open 2026: Langkah Amri/Nita Terhenti di Babak 32 Besar

Amri mengakui kekalahan tersebut lebih disebabkan oleh faktor internal tim, terutama dalam mengelola tekanan pada poin-poin kritis.

"Hari ini kesulitannya ada pada diri kami sendiri, ketenangan di poin-poin akhir karena kan tadi sebenarnya mainnya imbang. Dan bahkan kami sempat beberapa kali unggul. Hanya manage poin-poin akhirnya itu yang kalah, taktik strategi di poin-poin akhirnya," kata Amri dalam keterangan resmi PBSI usai pertandingan.

img_title Fajar/Fikri Akhiri Penantian Gelar, Trofi Japan Open 2026 Dipersembahkan untuk Orang Tercinta

Pada gim kedua, Amri/Nita sempat membuka peluang untuk memaksakan pertandingan berlanjut ke gim penentuan. Mereka terus memberikan tekanan kepada Gicquel/Delrue, tetapi sejumlah kesalahan sendiri membuat peluang tersebut gagal dimanfaatkan.

Nita menilai pasangan Prancis juga berhasil mengganggu ritme permainan Indonesia melalui upaya memperlambat tempo pertandingan. Menurutnya, kondisi tersebut turut memengaruhi fokus dan pengendalian emosi di lapangan.

"Kesalahan sendiri menjadi bumerang, kami kalah tenang juga di poin-poin akhir. Mereka bermain banyak cara dengan mengulur-ngulur waktu, sering minta istirahat, ganti bola yang sebenarnya masih ok, itu cukup mengganggu kami. Ini pelajaran buat kami untuk bisa maintain emosi, bisa lebih sabar lagi, fokusnya lebih ditahan lagi di situasi-situasi seperti ini," ujar Nita.

Meski gagal melaju ke babak berikutnya, Nita mengatakan dirinya telah mengantisipasi salah satu variasi permainan lawan, termasuk flick serve yang kerap digunakan pasangan Prancis untuk menekan lawan sejak awal reli.

"Kalau flick servis mereka, saya sudah antisipasi karena memang mereka sering melakukan itu dilihat dari permainan sebelum-sebelumnya," kata Nita.

Mantan tunggal putra bulu tangkis Indonesia Simon Santoso

Ingat Simon Santoso? Tunggal Putra Indonesia yang Pernah Rajai Bulu Tangkis Dunia Setelah Taufik Hidayat

Simon Santoso sempat menjadi pengusaha bangunan setelah mengakhiri kiprahnya sebagai tunggal putra nomor satu Indonesia karena cedera pada 2016 silam.

img_title
VoxPop.co.id
28 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut