Rahasia Indonesia Menangkan Tuan Rumah Kejuaraan Taekwondo Asia 2026, Ungguli Vietnam dan Arab Saudi
- Istimewa
Senada dengan itu, Sekjen PBTI Rafael Siagian mengungkapkan momen ketika Indonesia diumumkan sebagai tuan rumah menjadi salah satu pengalaman paling berkesan sepanjang perjalanan diplomasi olahraga yang dijalankan PBTI.
Menurut Rafael, keputusan tersebut bukan sekadar kemenangan dalam proses bidding, melainkan simbol meningkatnya kepercayaan Asia terhadap Indonesia.
Ia juga menilai manfaat terbesar dari penyelenggaraan kejuaraan ini akan langsung dirasakan para atlet nasional. Selain berpeluang menghadapi lawan-lawan terbaik dunia, mereka juga dapat mengumpulkan poin resmi peringkat World Taekwondo, yang sangat penting untuk membuka jalan menuju berbagai kejuaraan besar, termasuk Asian Games hingga Olimpiade.
Kepercayaan dari ATU datang ketika prestasi taekwondo Indonesia juga menunjukkan grafik positif. Pada SEA Games Thailand 2025, cabang taekwondo sukses mempersembahkan dua medali emas, dua perak, dan enam perunggu.
Momentum itu berlanjut pada Kejuaraan Asia Taekwondo 2026 di Mongolia. Indonesia berhasil mengamankan tiga nomor untuk tampil di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, sekaligus membuktikan efektivitas program pembinaan yang dijalankan PBTI.
Tak hanya itu, atlet Indonesia juga mulai rutin bersaing di level dunia. Aziz Hidayat Tumakaka, misalnya, sukses meraih medali perunggu pada WT President's Cup Oceania 2026 di Australia, sebelum melanjutkan performa impresifnya dengan merebut medali perak di Australian Open 2026.
Kini, kesempatan lebih besar hadir di depan mata. Hingga sehari menjelang pelaksanaan, 8th Asian Taekwondo Open Championships 2026 dipastikan diikuti 36 negara dengan total 478 atlet.
Sebagai tuan rumah, Indonesia mengirimkan kontingen terbesar dengan 233 atlet, termasuk 31 atlet tim nasional yang akan memanfaatkan turnamen Grade G2 ini untuk menguji kemampuan sekaligus mengejar poin peringkat dunia.
Selain menjadi panggung prestasi, kejuaraan ini juga diyakini memberi dampak positif bagi perekonomian. Kehadiran ratusan atlet, pelatih, ofisial, dan delegasi dari berbagai negara diperkirakan akan meningkatkan sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, hingga pelaku UMKM di Jakarta.
Bagi PBTI, menjadi tuan rumah bukanlah garis akhir. Kejuaraan ini merupakan bagian dari visi besar menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat perkembangan taekwondo di Asia, sekaligus membuka jalan lebih luas bagi atlet Merah Putih untuk bersaing di level dunia dan mengharumkan nama bangsa di masa depan.
