Max Verstappen Buka Suara soal Masa Depan, Tegas Tak Akan Bawa Timnya ke F1
- Reuters/Sam Navarro-Imagn Images
Namun, opsi tersebut juga tidak sepenuhnya cocok dengan karakter dirinya sebagai pemilik tim. Ia mengaku ingin mengetahui secara langsung perkembangan tim dan tidak ingin hanya menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada orang lain.
"Saya pikir jika Anda benar-benar pemilik tim yang berdedikasi dan ingin memastikan semuanya berjalan dengan baik, Anda harus terus mengawasi semuanya dan hadir secara langsung," ujarnya.
"Tentu saja, Anda juga membutuhkan orang-orang yang bisa menjalankan operasional tim sehari-hari dengan baik. Tetapi saya bukan tipe orang yang bisa bersantai di pantai selama lima balapan tanpa mengetahui apa yang terjadi dengan tim saya.
"Itu justru akan membuat saya terlalu stres, dan saya tidak menginginkan hal tersebut," tuturnya.
Verstappen Pilih Balap Ketahanan
Pernyataan tersebut sekaligus memperjelas arah yang ingin ditempuh Verstappen setelah kariernya di Formula 1 berakhir.
Alih-alih membangun tim untuk masuk ke F1, Verstappen lebih tertarik mengembangkan Verstappen Racing di ajang GT dan balap ketahanan.
Pilihan itu sejalan dengan ketertarikannya terhadap berbagai jenis balapan di luar Formula 1. Ia ingin Verstappen Racing tidak sekadar menjadi proyek sampingan, tetapi berkembang menjadi tim yang mampu bersaing di papan atas.
Saat ini Verstappen masih memburu gelar juara dunia kelima bersama Red Bull. Namun, performanya pada musim 2026 belum sesuai harapan.
Ia berada di posisi keenam klasemen dengan 109 poin dan baru mengoleksi empat podium tanpa satu pun kemenangan.
Terlepas dari situasi tersebut, Verstappen sudah memiliki gambaran mengenai kehidupan setelah Formula 1. Balap GT dan endurance menjadi salah satu tujuan utamanya, sementara Verstappen Racing diproyeksikan menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.
