Plus Minus Bulutangkis RI Versi LYD: Saya Lemah Jika Ketemu Indonesia

Lee Yong Dae/Yoo Yeo Seong
Sumber :
  • BWF

VoxPop – Kim Gi Jung/Lee Yong Dae akan bertemu dengan Fajar Alfian/Rian Ardianto di laga Semifinal Malaysia Masters Super 500 pada Sabtu, 11 Januari 2020. Pertarungan ganda putra ini tentu sangat dinantikan para pencinta bulutangkis di Indonesia.

img_title Resmi Tutup Kejuaraan Badminton Kapolri Cup 2026, Kapolri Komitmen Dukung Prestasi Atlet Nasional

Lee Yong Dae sendiri merupakan pemain bulutangkis senior dan salah satu legenda dunia. Atlet Korea ini juga sangat populer di Indonesia dari dulu hingga sekarang. Lee bahkan mengakui jika dia punya ikatan sendiri dengan Indonesia.

Saat menjadi tamu di channel YouTube Korea Reomit, peraih emas Olimpiade 2008 ini bicara soal pengalamannya di dunia bulutangkis dan pandangannya terhadap para pemain Indonesia. Sering bertanding dengan atlet-atlet Tanah Air, Lee Yong Dae mengakui jika Indonesia jagonya bulutangkis.

img_title Atlet Muda Indonesia Dominasi Turnamen Bulu Tangkis Asia Tenggara

Dari video yang diunggah November 2019 lalu, berikut ini beberapa pandangan plus minus pemain bulutangkis Indonesia di mata Lee Yong Dae.

Baca Juga: Kevin Sanjaya dan 6 Pemain Bulutangkis Dunia yang Stylish Bak Model

img_title Jonatan Christie Dua Kali Tumbang dari Wakil kanada Victor Lai, Jojo Ungkap Masalah yang Bikin Sulit Menang

Jago di Sektor Ganda

Sebagai pemain ganda, Lee Yong Dae mengungkap selama ikut Asian Games, ia selalu dikalahkan oleh pemain Indonesia.

"Saya maju Asian Games 3 kali, semua kalahnya sama atlet Indonesia. Intinya Indonesia itu jago di permainan ganda," katanya.

Pukulannya Enggak Ketebak

Lee Yong Dae mengatakan, para pemain bulutangkis Indonesia pintar mengarahkan bola. Pukulan-pukulan yang keluar sering kali tak bisa ditebak oleh lawan. 

"Kalau Indonesia, paling pintar menembak kok yang enggak bisa ditebak," serunya.

Pergelangan Tangan Lentur

Kelebihan lain yang dimiliki pemain bulutangkis Indonesia menurut Lee Yong Dae adalah pergelangan tangan yang lentur.

"Pemain Indonesia ini pergelangan tangannya beda, bisa dibilang lentur," tambahnya.

Jago Net-Play

Permainan netting dari atlet-atlet Indonesia juga buat Lee Yong Dae kagum. Menurut pemain berusia 31 tahun ini, permainan adu net dari Indonesia sangat halus dan sulit.

"Net-play mereka luar biasa dan permainannya itu detail plus lembut banget. Saya sempat heran mengapa Indonesia berjaya di pertandingan besar, padahal saya juga sering menang di pertandingan-pertandingan lainnya. Saya jadi lemah banget kalau ketemu pemain Indonesia. Kesimpulan saya adalah karena net-play," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut