Menguak Fakta, Proses Mike Tyson Jadi Manusia Paling Jahat di Bumi

Mike Tyson
Sumber :
  • Instagram/miketyson

VoxPop – Sudah 15 tahun lebih Mike Tyson pensiun dari dunia tinju, namun kengeriannya masih selalu terngiang di benak para pecinta olahraga eksterem itu. 

img_title Prediksi Mengejutkan Jelang Anthony Joshua vs Tyson Fury, Mike Tyson dan Usyk Terbelah

58 pertarungan dengan menang 44 kali dan hanya kalah enam kali adalah rekor yang ia ciptakan selama 1985 hingga 2005. Juara dunia termuda kelas berat dengan usia 20 tahun, 4 bulan, 22 hari, serta titel kelas berat WBA, WBC, dan IBF adalah capaian dari si Leher Beton. 

Tyson dijuluki sebagai salah satu petinju kelas berat paling menakutkan dalam sejarah tinju. Manusia paling jahat di bumi juga melekat kepadanya karena kemenangan-kemenangan fenomenal yang diraihnya.

img_title Gempar, Mike Tyson Naik Ring Lagi Hadapi Floyd Mayweather Jr

Status itu tidak diraihnya secara instan. Adalah Cus d’Amato, seorang pelatih legendaris yang menanamkan insting pembunuh kepadanya.

Namun menariknya, kebrutalan Tyson ditemukan secara tidak sengaja oleh Cus d’Amato. Pada saat muda, Tyson yang hidup di lingkungan chaos di Brooklyn, New York sudah 38 kali terjerat hukum pada usia 13 tahun.

img_title Bikin Dunia Tercengang! 10 Atlet Muslim dengan Prestasi Paling Gila Sepanjang Masa

Prilakunya yang jahat di berbagai rumah tahanan remaja akhirnya membawanya ke Tryon School for Boys. Di sana ia bertemu dengan seorang penasihat untuk tahanan remaja, bernama Bobby Stewart.

Setelah mengubah perilakunya di dalam tahanan dan membuktikan bahwa dia ingin belajar, Tyson mulai berlatih dengan Stewart.

Stewart tidak ingin pekerjaannya sia-sia ketika waktu Tyson dibebaskan. Dia memperingatkan Tyson soal dua kemungkinan di luar tahanan yaitu masuk penjara lagi atau masuk kamar mayat.

Jadi Stewart memutuskan untuk membawa Tyson ke Cus d’Amato, seorang pria yang telah membuat Floyd Patterson ke kejayaan tinju kelas berat pada tahun 1956.

"Saya diperkenalkan Stewart ke Cus dan dalam sedetik saya bisa melihat bahwa dia benar-benar mengendalikan segalanya di sana," kata Tyson dalam otobiografinya, dikutip TalkSport.

“Dia baru selesai membersihkan kamarnya. Dia menjabat tangan saya dan tidak ada sedikit pun senyum di wajahnya. Dia juga tidak menunjukkan emosi," sambungnya.

Saat berkenalan, Tyson tak langsung diterima sebagai murid d’Amato. Dia harus bertarung dengan Stewart tiga ronde di depan d’Amato untuk membuatnya terkesan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut