Pordasi Tinjau Pacuan Kuda Tradisional dan Joki Cilik di NTB

Pordasi tinjau pacuan kuda di NTB
Sumber :
  • KONI

Adanya kasus kecelakaan joki cilik pacuan kuda tradisional membuat PP Pordasi terpanggil. Pasalnya, Anggaran Dasar (AD) Pordasi 2020 mengamanatkan agar memberikan kontribusi pada olahraga berkuda tradisional dan seni budaya. Amanat tersebut tertulis pada pasal 4 ayat (3) AD Pordasi 2020.

img_title Teuku Rifat Tutup AEF/MANTENA Cup 2026 dengan Gelar Juara, Indonesia Tuai Pujian Internasional

Memiliki kesamaan tujuan untuk melindungi anak, khususnya joki cilik, PP.Pordasi mencapai kesepakatan dengan KPAI untuk menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam rangka menyelesaikan permasalahan joki cilik secara komprehensif.

“Joki cilik ini tidak boleh menjadi sarana eksploitasi anak, namun pacuan kuda tradisional yang melibatkan anak-anak harus menjadi sarana penyalur minat dan bakat usia dini. Kita perlu mencari bibit atlet berprestasi yang kelak dapat mempersembahkan prestasi untuk Indonesia.,” ujar Triwatty.

img_title Indonesia Tampil Kompetitif di Hari Pertama AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026, Bukti Kesiapan Menuju Panggung Asia
FN Pordasi Pacu fokus benahi keselematan joki cilik

Jelang PON 2028, FN Pordasi Pacu Fokus Benahi Keselamatan Joki Cilik di Sumba Barat

Kejuaraan Pacu Kuda Piala Bupati Sumba Barat 2026 resmi berakhir pada Sabtu, 18 Juli 2026. Ajang yang mempertemukan kuda-kuda terbaik dari berbagai daerah di Nusa Tenggar

img_title
VoxPop.co.id
19 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut