Nasib Tragis Muhamad Ali Mengintai Manny Pacquiao

Petinju Filipina, Manny Pacquiao
Sumber :
  • Sky Sports

VoxPop – Legenda tinju dunia, Manny Pacquiao, bersiap naik ring lagi di usia 45 tahun. Namun di balik ambisi besar itu, sang petinju menyimpan satu ketakutan: jangan sampai comeback-nya berakhir tragis seperti Muhammad Ali.

img_title Prediksi Mengejutkan Jelang Anthony Joshua vs Tyson Fury, Mike Tyson dan Usyk Terbelah

Setelah empat tahun pensiun, Pacquiao akan menantang juara dunia kelas welter WBC, Mario Barrios, dalam duel panas yang digelar di Las Vegas pada 19 Juli mendatang. Petinju asal Filipina itu kembali berlatih di markas lamanya, Wild Card Boxing Gym, di bawah asuhan pelatih legendaris Freddie Roach.

Alih-alih sekadar nostalgia, Pacquiao ingin mencetak sejarah sebagai juara dunia tertua kedua dalam sejarah tinju. Namun, bayang-bayang kegagalan Ali di masa senjanya menjadi pengingat yang tak bisa diabaikan.

img_title Anthony Joshua Sempat Terpuruk, Ternyata Ada Kalimat Sakti di Sudut Ring yang Bangkitkan Sang Juara

Ali sempat pensiun usai merebut kembali gelar WBA dari Leon Spinks, namun kembali naik ring di tahun 1980—dan dihentikan oleh Larry Holmes. Setahun kemudian, ia kembali kalah dari Trevor Berbick dalam pertarungan yang jadi akhir kariernya.

Pacquiao tentu tak ingin kisah itu terulang padanya.

img_title Legenda Tinju Dunia Oscar De La Hoya Murka Jelang Duel Ryan Garcia vs Conor Benn, Sindir Keras Bos UFC Dana White

"Saya Tidak Mau Kembali Hanya Setengah-Setengah"

“Bahaya itu muncul saat kamu malas latihan. Bahaya itu datang saat kamu tidak 100% siap,” tegas Pacquiao kepada The Ring. “Saya tidak akan seperti petinju lain yang comeback dalam kondisi 50% hanya demi naik ring lagi. Saya akan kembali dalam kondisi 100%, seperti dulu.”

Pacquiao terakhir kali bertarung pada usia 42 tahun, di mana ia kalah angka dari Yordenis Ugas. Ironisnya, dua tahun setelah mengalahkan Pacquiao, Ugas justru dikalahkan oleh Mario Barrios—lawan Pacquiao bulan ini.

Namun kali ini, Pacquiao yakin dirinya berbeda. Ia merasa lebih segar dan cepat meski usia tak lagi muda.

“Di tinju, kecepatan itu kunci. Dan saya lebih cepat dari Barrios,” ujarnya yakin. “Gerakan saya masih ada. Empat tahun istirahat baik buat tubuh saya. Semangat saya masih menyala. Api itu belum padam.”

Keluarga Dukung, Pacquiao Klaim Masih Tajam

Meski banyak pihak khawatir dengan keselamatan dan peluangnya, Pacquiao mengaku mendapat dukungan penuh dari keluarga.

“Keluarga saya melihat sendiri kecepatan, kekuatan, dan kondisi fisik saya. Saya sehat. Tuhan itu baik. Tanpa Tuhan, saya bukan siapa-siapa. Saya ada di sini karena kasih dan kekuatan dari-Nya,” ujar sang legenda yang dikenal religius.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut