Penjelasan dan Arti Kata ‘Maneh’ yang Diucapkan Sabil hingga Dipecat

Komentar guru honorer kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan surat keputusan pengakhiran kerja.
Sumber :
  • Tangkapan layar bandung.voxpop.id

VoxPop Trending – Sedang hangat diperbincangkan tentang seorang guru honorer asal Cirebon Jawa Barat yang dipecat gegara memberikan kritik dengan kataManeh’ kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melalui media sosial Instagram

img_title Irjen Pipit Bentuk Tim Gabungan Ungkap Kematian Satpam di Waduk Jatiluhur

Guru honorer bernama Muhamad Sabil Fadilah tersebut dipecat lantaran melontarkan komentar dengan kata-kata yang dianggap kurang tepat kepada Ridwan Kamil yang mengunggah video saat dirinya melakukan zoom dengan anak-anak sekolah di SMPN 3 Kota Tasikmalaya. 

Guru SMK Cirebon Muhamad Sabil Fadilah yang dipecat gegara kritik Ridwan Kamil

Photo :
  • Azizi Erfan (Cirebon)
img_title Penjualan Semester I-2026 Naik 5,6 Persen, SIG Bidik Perluasan Pasar di Jawa Barat

"Dalam zoom ini, maneh teh keur jadi gubernur jabar ato kader partai ato pribadi @ridwankamil? (Dalam zoom ini, kamu lagi jadi gubernur atau kader partai atau pribadi)," tulis akun @sabilfadhillah yang dikutip VoxPop pada Kamis, 16 Maret 2023. 

Sontak komentar tersebut langsung dibalas oleh Ridwan Kamil dan kini guru honorer tersebut langsung dipecat oleh pihak sekolah dari tempatnya bekerja sebagai guru di dua SMK di Cirebon.

img_title Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Tangkap Begal, Yusril: Jangan Main Hakim Sendiri, Mereka Harus Ditangkap Hidup-hidup

“@sabilfadhillah ceuk maneh kumaha (menurut kamu gimana)?" jawab Ridwan Kamil. 

Arti kata ‘Maneh’ dalam bahasa Sunda

Komentar guru honorer kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan surat keputusan pengakhiran kerja.

Photo :
  • Tangkapan layar bandung.voxpop.id

Gara-gara kata ‘Maneh’ seorang guru di Cirebon jadi kehilangan pekerjaannya sebagai guru honorer. Kata ‘Maneh’ sendiri secara umum dalam bahasa Sunda memiliki arti ‘Kamu’. Namun, dalam tata bahasa atau secara sopan santun dalam bahasa Sunda mengandung makna berbeda jika salah diterapkan. 

Kendati demikian, tata bahasa bahasa Sunda juga sangat beragam berdasarkan  wilayah atau daerah tertentu yang menggunakan bahasa tersebut. Dilansir dari Olret VoxPop pada Kamis 16 Maret 2023, kata 'Maneh' dalam kosa kata bahasa Sunda sendiri memiliki padanan kata dengan 'Sia' dan 'Anjeun', namun memiliki tataran atau derajat bahasa yang berbeda. 

Guru honorer SMK asal Cirebon, Muhamad Sabil Fadilah dan Ridwan Kamil

Photo :
  • Instagram: sabilfadhillah

Dalam Undak-usuk bahasa Sunda atau aturan/tata krama dalam berucap, kata 'Kamu' secara berurutan derajat menjadi bahasa terendah, dimulai dari kata 'Sia', 'Maneh' dan 'Anjeun'. 

Kata 'Sia' tergolong bahasa yang cukup kasar dan biasanya diucapkan saat sedang marah. Orang yang mengucapkannya pun hanya ke teman sebaya, tidak boleh dari orang tua ke anak di bawah umur atau dari orang lebih muda ke yang lebih tua. Begitu juga dengan kata 'Maneh' yang sepatutnya digunakan hanya kepada lawan bicara yang sebaya.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein bertemu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

Janjikan Hadiah, Dedi Mulyadi Minta Warga Lapor hingga Viralkan Peredaran Tramadol di Jabar

Dedi Mulyadi mengajak warga melaporkan temuan tersebut kepada aparat berwenang maupun melalui unggahan di media sosial. Ia menegaskan masyarakat yang aktif

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut