Viral Human Trafficking Berkedok Lowongan Kerja, Ini Ciri-cirinya

Tiga gadis korban human trafficking
Sumber :
  • Foe Peace Simbolon/VoxPop.co.id

Jakarta – Seorang warganet mengaku hampir menjadi korban perdagangan manusia atau human trafficking setelah melamar di salah satu lowongan kerja (loker) palsu.

img_title 7 Game Terbaru Viral 2026, Evolusi Teknologi yang Membuat Pengalaman Bermain Semakin Imersif dan Kompetitif

Kabar mengejutkan ini diceritakan warganet melalui akun @worksfess, hingga Kamis, 24 Agustus 2023, unggahan itu telah dilihat lebih dari 988 ribu pengguna, dibagikan ulang 739 dan dipenuhi beragam komentar.

“Idup lagi cape capenya karena nganggur, terus apply loker, eh malah hampir jadi korban human trafficking,” tulis keterangan unggahan.

img_title TNI Berhasil Evakuasi Korban Penembakan OPM dari Jurang Sedalam 50 Mete di Yahukimor

Selain itu, seorang YouTuber pemilik channel Sepulang Sekolah mengaku temannya pernah menjadi korban lowongan kerja palsu. Dia mengatakan temannya tergiur dengan pekerjaan sebagai customer service di Kamboja dengan gaji tinggi.

img_title 5 Game Baru Mobile yang Langsung Viral, Kombinasi Gameplay Unik dan Grafis Memukau Jadi Daya Tarik Utama

“Dia sempat ngecek latar belakang Perusahaan, semuanya jelas. Percaya lah dia, apalagi tawaran gajinya oke banget, berangkat lah dia. Pas sampai di Kamboja, dia dijemput dan dibawa ke kantornya,” ujar YouTuber.

“Di sana dia dikasih tau kalau sudah masuk ke dalam, dia sudah tidak boleh keluar lagi, kemudian dia bertemu dengan orang Indonesia di sana, ternyata ia baru tahu kalau diminta untuk scam,” sambungnya.

Lantas, seperti apa ciri-ciri human trafficking berkedok lowongan kerja ini?

Saat dikonfirmasi, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Judha Nugraha mengatakan bahwa kasus human trafficking berkedok lowongan pekerjaan tengah marak akhir-akhir ini.

“Terkait online scam, kita mencatatkan jumlahnya sangat tinggi," ujar Judha kepada wartawan, Kamis 24 Agustus 2023.

Dia mengungkap, lowongan pekerjaan palsu itu menjanjikan berbagai posisi pekerjaan di luar negeri dengan gaji besar, namun nyatanya pekerjaan yang dilakukan saat tiba di lokasi berbeda dengan yang dijanjikan.

(ILUSTRASI) Para pekerja migran Indonesia tiba dari luar negeri di Bandara Soekarno-Hatta.

Photo :
  • VoxPop/Sherly

“Korban dipaksa melakukan kegiatan scaming, pakai akun-akun palsu kemudian mereka mengalami eksploitasi," kata dia

Sejak 2020 hingga saat ini, Kemenlu mencatat telah ada lebih dari 2.800 kasus penipuan terkait human trafficking berkedok lowongan kerja ini. Kemenlu mencatat kasus lowongan kerja jadi-jadian ini paling banyak berada di Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, Filipina, Uni Emirat Arab, Vietnam dan Malaysia.

Ciri-ciri lowongan kerja palsu

Judha mengungkap, lowongan kerja palsu ini memiliki sejumlah ciri. “Biasanya ditawarkan sebagai customer service, marketing, dengan gaji 800 sampai 1.200 dollar AS dan tidak ada kualifikasi khusus," papar Judha.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut