Binsar Gultom Ungkap Persamaan Kasus Kopi Sianida Mirna dengan Kasus Ferdy Sambo

Hakim Binsar  Gultom.
Sumber :
  • HO-Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

VoxPop Trending – Pembicaraan mengenai pembunuhan ‘Kopi Sianida’ yang menewaskan Wayan Mirna Salihin kembali mencuat usai keluarnya dokumenter salah satu layanan streaming Netflix, berjudul Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso.

img_title Dari Jakarta ke Sydney, Ini Latar Pendidikan Jessica Wongso yang Kini Viral Lagi Usai Singgung soal Ayah Mirna Salihin

Beberapa “pemeran utama” kerap diwawancara, termasuk pengacara Jessica Wongso Otto Hasibuan, ayah Mirna yaitu Edi Darmawan Salihin, dokter forensik dr. Djaja Surya Atmadja hingga hakim kasus, Dr. Binsar Gultom.

Ia membahas banyak lapisan kasus, namun yang menjadi sorotan adalah saat ia mengatakan bahwa ada persamaan saat menangani kasus Kopi Sianida Mirna Salihin dan kasus Ferdy Sambo, meski rentang waktu keduanya cukup jauh.

img_title Bukan karena Dendam, Ini Alasan Otto Hasibuan Tetap Semangat Ajukan Peninjauan Kembali Kasus Jessica Wongso

Terdakwa Jessica Kumala Wongso

Photo :
  • ANTARA/Rosa Panggabean

Seperti diketahui, kasus Kopi Sianida yang menewaskan Mirna Salihin terjadi di tahun 2016 sementara kasus mantan Irjen Pol Ferdy Sambo terjadi di tahun ini, 2022.

img_title Terungkap! Ini Alasan Jessica Wongso Maafkan Darmawan Salihin Ayah Mirna, Akui Paham Duka Kehilangan Anak

Binsar mengemukakan bahwa kesamaan antara kasus Ferdy Sambo dalam kasus kopi sianida yang melibatkan Jessica Wongso sebagai tersangka, yaitu terletak pada jumlah bukti yang perlu dihilangkan oleh hakim.

"Dalam konteks ini, terdapat beberapa kesamaan dengan berbagai perdebatan terkait kematian korban. Salah satu aspeknya bukanlah soal jenis racun atau cara penggunaannya, sehingga terdapat perdebatan yang muncul," ungkap Binsar saat hadir di acara Rosi SiIlalahi, dilansir Senin, 9 Oktober 2023.

"Kita harus menghapus banyak bukti fisik yang harus dihilangkan oleh hakim. Oleh karena itu, sebagai hakim, kami memfokuskan perhatian pada surat dakwaan yang diajukan oleh jaksa. Hal ini penting agar jaksa dapat menerima masukan dari berbagai pihak untuk menghindari timbulnya perdebatan," tambahnya.

Selain itu, kasus yang melibatkan Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan berencana terhadap ajudannya, yaitu Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, yang juga didakwa dengan pasal yang sama seperti kasus Jessica Wongso, yaitu pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Ketika menangani kasus tersebut, Binsar mengungkapkan bahwa ia memeriksa tiga aspek utama, yakni korban, penyebab kematian korban, bukti fisik, dan saksi-saksi yang ada. “Apakah ada korban? Yes, ya. Kedua, mengapa dia meninggal? Lalu, apa yang menyebabkan ia meninggal?” papar Binsar Gultom.

Ketika itu, pihak penyidikan tidak segera membuat keputusan mengenai pelaku di balik kematian Mirna Salihin. “Jadi kita bukan mencari dulu siapa yang melakukan,” lanjutnya.

Sidang Vonis Ferdy Sambo

Photo :
  • VoxPop/M Ali Wafa

Selain itu, pihak berwenang juga perlu memeriksa secara detail bagaimana racun sianida digunakan dalam kasus tersebut, terutama karakteristik zat tersebut yang dapat menyebabkan kematian korban.

"Nah dari berbagai alat bukti keterangan saksi yang masuk, ternyata ada beberapa hal yang tidak bersesuaian dengan matinya sesorang itu, kalau memang itu sianida kami pelajari karakteristik sianida itu," ungkapnya.

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tuliskan pesan menyentuh untuk putranya, Tribrata Putra Sambo

Harapan Besar Putri Candrawathi di Balik Jeruji untuk Tribrata yang Jadi Perwira Polisi: Lanjutkan Cita-cita Papa Mas

Putri Candrawathi menyampaikan pesan menyentuh untuk Tribrata Putra Sambo yang resmi menjadi perwira Polri. Ia berharap sang putra melanjutkan cita-cita Ferdy Sambo.

img_title
VoxPop.co.id
29 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut