Kilas Balik Kekejaman Praka Riswandi Manik Aniaya Imam Masykur, Kini Dituntut Hukuman Mati
- Istimewa/Viva Militer
"Dan kemudian terdakwa mendengar saudara Imam Masykur berkata, ‘bang jantungku berdetak kencang’, tidak lama kemudian saudara Imam Maskur sesak napas, terdengar ngorok dan meronta seperti orang kerasukan setan, dan beberapa saat kemudian saudara Imam Maskur terdiam," tambah Letkol Chk Upen Jaya Supena saat membacakan surat dakwaan.
VoxPop Militer: Tiga oknum prajurit TNI AD penculik Imam Masykur di sidang
- Istimewa/Viva Militer
5. Imam Masykur meregang nyawa di jalan tol
Praka Jasmowir yang melihat Imam Masykur meronta-ronta lantas meminta Khaidar untuk mengecek kondisi sahabatnya itu. Khaidar pun menyampaikan bahwa Imam Masykur sudah tidak bergerak.
"Terdakwa tiga meminta saksi dua (Khaidar) untuk mengecek kondisi saudara Imam Masykur dengan berkata, 'coba kau lihat dulu temanmu masih ada napas atau enggak," kata Oditur Militer. "Kemudian saksi dua mengecek kondisi saudara Imam Maskur dan berkata, "nggak ada bang," ucapnya.
Mendengar pernyataan dari Khaidar tersebut, terdakwa tiga yakni, Praka Jasmowir justru kembali mengancam Khaidar agar segera memenuhi permintaannya dengan memberikan sejumlah uang jika tak ingin nasibnya serupa dengan Imam.
6. Para terdakwa merencanakan pembuangan jasad Imam Masykur
Masuk pukul 22.20 WIB, para terdakwa mulai panik, Praka RM kemudian meminta Praka Heri sandi untuk mengecek ulang kondisi Imam dengan cara memegang nadi, namun tidak berdenyut dan kaki sudah dingin.
Setelah mengetahui kondisi fisik almarhum, para terdakwa langsung memindahkan jasad ke bagasi mobil belakang. Mereka melanjutkan perjalanan untuk mencari lokasi membuang jasad Imam Masykur ke arah Jonggol.
“Mereka berhenti ke K-24 membeli 4 buah sarung tangan agar saat membuang jasad tidak menyisakan bekas atau jejak," kata Oditur Militer.
Imam Masykur, Pemuda Aceh yang Tewas Dianiaya Paspampres
7. Lokasi pembuangan jenazah
Sekitar pukul 01.00 WIB pada 13 Agustus 2023, para terdakwa tiba di Jembatan Baung Purwakarta dan mencari lokasi untuk membuang jasad korban ke sungai bawah jembatan Baung, Purwakarta.
Jasad Imam Masykur dibuang oleh Praka RM dan Praka Heri Sandi di sungai dari atas Jembatan Baung Purwakarta dengan cara jasad diarahkan ke pinggir sungai dengan dicondongkan kepala ke bawah dan seolah membentur besi jembatan dan batu sungai," kata Letkol Chk Upen Jaya Supena.
