Naro Kancie, Sosok Heroik di Balik Evakuasi Para Pendaki yang Terjebak Erupsi Gunung Marapi

Naro Kancie
Sumber :
  • TikTok

VoxPop Trending – Kabar duka cita datang dari para pendaki Gunung Marapi beberapa hari lalu. Di balik proses evakuasi para korban yang terjebak erupsi Gunung Marapi tersebut, menyimpan kisah penuh insipirasi dari salah satu sosok Naro Kancie

img_title Gunung Marapi Erupsi, Status Waspada

Nama Naro Kancie beberapa hari ini menyedot perhatian warganet di media sosial setelah banyak pendaki menjadi korban akibat erupsi di Gunung Marapi. Sosoknya beberapa waktu belakangan ini berseliweran di media sosial sedang menggendong para survivor Gunung Marapi. Lantas, siapa itu Naro Kancie?

img_title Gunung Marapi Erupsi, Abu Vulkanik Meletus 1.200 Meter di Atas Puncak

Inyiak Gunung Marapi 

Banyak orang menyebut sosok Inyiak Gunung Marapi ini dengan sebutan Pak Naro atau Uda Naro, tepatnya Naro Kancie. Naro sendiri adalah gelar pria Minangkabau setelah dia menikah, sedangkan Kancie adalah panggilan masa kecilnya. 

img_title Aksi Heroik Bocah SD di Rajabasa Panjat Tiang Demi Merah Putih Berkibar di HUT RI

Pria berumur  53 tahun bernama asli Ismail ini,  tengah disibukkan untuk membantu proses evakuasi para survivor pendaki yang terjebak pasca erupsi Gunung Merapi yang terjadi Minggu, 3 Desember 2023 Jam 14.54 WIB.

Naro Kancie

Photo :
  • Tiktok/Dewi Songket

Andalan Para Pendaki Gunung Marapi 

Pak Naro Kancie, sesuai namanya kancie atau kancil tentulah  lincah dan gesit, warga Padang Tarok Nagari Batu Palano Kecamatan Sungai Puar Kabupaten Agam  ini, menjadi andalan ketika terjadi sesuatu dengan para pendaki Gunung Marapi. 

Gunung Marapi dengan ketinggian 2.800 mdpl, adalah perjalanan sehari-harinya. Sejak masa anak-anak dulu, tahun 1980-an dia sudah berulang kali naik gunung, membantu bapaknya sebagai pemanen belerang di kawah Marapi. Boleh disebut Bapaknya adalah ketua regu pemanen Belerang, nagari Batu Palano menurut berbagai sumber yang didapat.

Buka Warung di Pintu Rimba

Naro Kancie dan keluarga besarnya pernah menjajal usaha dengan membuka warung di Pintu Rimba, yang disebut juga Pesangrahan. Tidak hanya itu, ada juga warungnya yang terletak di cadas, sebutan antara peralihan gunung Marapi yang bervegetasi dengan bebatuan tandus di bagian puncak. Hanya saja setelah 17 Agustus 2023 ini, warung itu tidak lagi diisinya, lebih fokus mengelola ladang di nagari.

Menjual Berbagai Kebutuhan Mendaki

Alih-alih menjual makanan, Naro menyediakan berbagai kebutuhan pendaki, bahkan dia selalu bersedia menolong ketika pendaki mengalami masalah. Marapi merupakan candu bagi para pendaki gunung. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut