Respons Menohok Kemenag Soal Konten Viral Aliran Sesat Boleh Tukar Pasangan: Cari Perhatian!

Edan! Aliran Sesat Bolehkan Jemaahnya Tukar Pasangan
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan konten aliran sesat yang membolehkan jemaahnya bertukar pasangan dibuat Samsudin atau Gus Samsudin hanya untuk mencari perhatian masyarakat.

img_title Sabtu Ini, Kemenag Gelar Doa dan Dzikir Kebangsaan di Monas Rayakan HUT ke-81 RI

Kepala Subdirektorat Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik Kemenag, Dedi Slamet Riyadi mengatakan konten video tersebut berasal dari YouTube yang diunggah pertama kali oleh akun Mbah Den (Sariden) dengan judul ‘Mengerikan, Ajaran Kiyai Salamah, Halalkan Berzina Jaminan Masuk Surga’ yang tayang pada 25 Februari 2024.

Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik, Dedi Slamet Riyadi

Photo :
  • Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama
img_title Peradi Profesional Jalin Kerja Sama dengan 112 Universitas Negeri dan Swasta di Bawah Kemenag se-Indonesia

"Kami melihat adanya kemungkinan video di akun YouTube Mbah Den (Sariden) dibuat untuk cari perhatian (caper) di media sosial," ujar Dedi dalam keterangan resminya Rabu, 28 Februari 2024.

Sejak Selasa, 27 Februari 2024 siang, video tersebut telah menghilang, diduga sudah dihapus oleh pemilik akun.

img_title 3 HP Flagship dengan Kamera Zoom Terbaik 2026, Siapa yang Paling Tajam untuk Memotret Jarak Jauh?

Dedi mengatakan bahwa setiap orang memiliki kebebasan untuk berkreativitas, mengunggah konten di media sosial dan mengekspresikan diri. Namun, seharusnya konten yang dibuat harus bersifat edukatif dan tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

"Siapa saja boleh berkreasi sesuai dengan hobinya. Boleh mengunggah foto, video, karya seni, musik, dan jenis karya lainnya. Tetapi, karya yang diunggah tidak memicu konflik di masyarakat," ujarnya.

Dedi juga mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan literasi digital, supaya mampu membedakan mana konten yang berkualitas, dan konten yang bertujuan untuk mencari perhatian semata.

"Masyarakat perlu menyaring konten yang benar-benar bermanfaat dari jutaan konten yang sekadar dibuat untuk mendapatkan perhatian," kata dia.

Satgas Pasti.

Diduga Lakukan Penipuan, Satgas PASTI Blokir Aplikasi Snapboost

Satgas PASTI menghentikan operasi aplikasi Snapboost, yang menjanjikan para penggunanya mendapatkan penghasilan melalui like dan share konten di berbagai platform medsos.

img_title
VoxPop.co.id
28 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut