Soal Peringatan Darurat, Habib Bahar: Dari Dulu Saya dan Habib Rizieq Udah Ingati

Pimpinan Ponpes Tajul Alawiyyin, Habib Bahar bin Smith
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VoxPop – Pimpinan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Habib Bahar bin Smith turut buka suara soal ramainya gerakan ‘Peringatan Darurat’ di media sosial beberapa waktu lalu.

img_title Habiskan Anggaran Rp3,1 Triliun, Pembangunan Gedung MK dan KY di IKN Ditargetkan Rampung Akhir 2027

Sebagai informasi, gerakan ini ditandai dengan beredarnya gambar burung garuda berlatar belakang biru bertuliskan ‘Peringatan Darurat’ di bagian atas.

Gerakan Peringatan Darurat itu muncul setelah DPR dan pemerintah menganulir atau ‘melecehkan’ putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal ambang batas syarat pencalonan kepala daerah.

img_title Istana Hormati Putusan MK soal Anggaran MBG Dipisah dari Pendidikan: Kami Pelajari Dulu, Mohon Waktu

Peringatan Darurat

Photo :
  • instagram

Keputusan MK ini tentunya membawa angin segar dalam pencalonan gubernur Jakarta yang sebelumnya menuai polemik lantaran parta-partai besar membangun ‘koalisi raksasa’ dan memborong seluruh tiket.

img_title MK: MBG Pakai Anggaran Pendidikan sebagai Cara Pemerintah Penuhi Mandat 20 Persen Dana Pendidikan

Putusan MK ini membuat partai politik dengan modal suara yang rendah dapat mengusung calon gubernur, membuka peluang paslon baru ikut meramaikan kontestasi Pilkada Jakarta.

Namun sehari pasca putusan MK, pemerintah dan DPR langsung menggelar rapat untuk merevisi Undang-undang Pilkada hingga memantik gelombang protes dari berbagai lapisan masyarakat.

“Kemaren mahasiswa turun, semua orang turun, baru kalian rasa, dari dulu Habib Rizieq Shohab dan saya sudah sampaikan bagaimana kurang ajarnya ini rezim, tidak adilnya mereka, kezaliman mereka, baru kalian rasakan kemarin,” ujar Bahar di , dilihat Senin, 2 September 2024.

Bahar mengatakan, ‘Peringatan Darurat’ yang disampaikan sejak dahulu membuatnya harus mendekam di penjara hingga dicap radikal. Padahal, kata dia, semua itu adalah bentuk perlawanan terhadap putusan pemerintah yang tidak pro rakyat.

“Tahun-tahun kemarin kemana aja, saya dipenjara, Habib Rizieq dipenjara, kami dibilang radikal, intoleran, dibilang macem-macem, nah sekarang kalian rasakan sendiri kan apa yang selama ini kami perjuangkan untuk kalian. Kami berjuang untuk bangsa dan rakyat,” tegasnya.

Habib Bahar bin Smith hadiri reuni 212 di TMII, Jumat, 2 Desember 2022.

Photo :

Bahar menyayangkan, sejak dahulu hingga saat ini jarang ditemui pemerintah mengeluarkan peraturan yang mementingkan rakyat. Dia menilai, sejumlah peraturan yang dibuat hanya untuk mementingkan diri sendiri dan golongan.

“Pejabat sekarang mengambil sesuatu sesuai kemauan mereka, kalau sesuatu itu menguntungkan mereka, mereka bakal ambil. Sama kayak kemaren jika ada putusan MK yang menguntungkan mereka, mereka ambil. Tapi jika putusan MK tidak menguntungkan mereka, seluruh anggota dewan justru mau merevisi,” pungkasnya. 

Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menata menu Makan Bergizi Gratis (MBG)

DPR Ingin Putusan MK soal Anggaran MBG Berlaku Tahun 2027

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati meminta putusan MK soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menggunakan anggaran pendidikan dapat diterapkan mulai 2027

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut