16 Program Ditutup, Karyawan TVRI Curhat Kerjanya jadi 'Gabut' Dampak Efisiensi Anggaran
- Humas TVRI
Jakarta, VoxPop – Gelombang efisiensi anggaran yang ditetapkan pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 berdampak besar pada Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI).
Salah satu efek yang paling dirasakan adalah penghentian 16 program TVRI serta pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah kontributor daerah dan tenaga alih daya.
Sebelumnya, publik sempat dibuat haru dengan video perpisahan seorang jurnalis TVRI Yogyakarta, Yusuf Adhitya Putratama, yang viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Adhit berpamitan dengan keluarganya sebelum berangkat kerja untuk terakhir kalinya.
Ia memeluk erat anak dan istrinya sebelum melangkah keluar rumah mengenakan seragam biru kebanggaan TVRI.
“Disyukuri, pasti ada keindahan, tenang saja,” ucap Adhit, dikutip dari akun X @MurtadhaOne1.
Sesampainya di kantor, ia juga berpamitan dengan rekan-rekan kerja, termasuk penjaga kantin. Adhit, yang telah tujuh tahun mengabdi sebagai jurnalis TVRI, dikenal sebagai reporter yang aktif meliput berbagai peristiwa penting di daerahnya.
Karyawan TVRI Pusat Curhat Dampak 16 Program yang Dihentikan
Selain berdampak pada jurnalis kontributor, kebijakan efisiensi anggaran juga mengakibatkan penghentian 16 program TVRI yang mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, sains, musik, hingga olahraga.
Berikut daftar program yang dihentikan:
- Inspirasi Tani
- Tapal Batas
- Paten UMKM
- Pesona Indonesia (Pariwisata)
- Hala Dokter
- Warung Pengkolan
- Jelajah Sains
- D'Teras (Musik)
- Paket Hak Siar Olahraga (TVRI Sport)
- Echoes of Indonesia (TVRI World)
- Bersama Perempuan
- Mari Belajar (Pendidikan)
- Musik Dangdut
- Jejak Langkah (Inspirasi Pahlawan Nasional)
- Seblak Show
- Pesona Indonesia Spesial
16 program TVRI Pusat dihentikan
Penghentian program ini membuat sejumlah karyawan TVRI merasa kehilangan aktivitas kerja mereka. Seorang karyawan operasional TVRI Pusat, dengan akun X bernama Vely, mengungkapkan bahwa kini dirinya lebih sering ‘gabut’ alias tidak memiliki pekerjaan yang jelas akibat banyaknya program yang dihentikan.
“Aku di TVRI Pusat sudah ditetapkan 3 hari WFO & 2 hari WFA. Sebagai karyawan operasional, gak ada kerjaan karena banyak program yang diberhentikan. Kami fokus hanya menayangkan berita saja. Sedih,” ungkap Vely dalam unggahan akun X @momoygie.
