Viral! Aksi Live Streaming di Jembatan Ampera Dilarang, Ini Penjelasan Pemkot Palembang

Salah satu aksi live streaming di atas Jembatan Ampera Palembang, Sumatera Selat
Sumber :
  • Antara

Palembang, VoxPop – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengeluarkan kebijakan tegas yang melarang aktivitas live streaming oleh masyarakat, khususnya para konten kreator, di kawasan Jembatan Ampera saat malam hari. Keputusan ini muncul sebagai respons atas meningkatnya gangguan lalu lintas dan potensi bahaya yang ditimbulkan dari aktivitas tersebut, yang belakangan semakin marak dilakukan.

img_title Kronologi Konten Kreator Diduga Rekam SPG Diam-diam Pakai Kacamata Pintar hingga Tuai Kritik

Kebijakan ini diumumkan oleh Kepala Bidang Penertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang, Cherly Panggar Besi, yang menyatakan bahwa pembubaran aktivitas live streaming di Jembatan Ampera mulai diberlakukan sejak Selasa malam 13 Mei 2025. Langkah ini, menurutnya, dilakukan atas instruksi langsung dari Wali Kota Palembang dan disampaikan secara resmi melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang.

Kenapa Live Streaming di Jembatan Ampera Dilarang?

img_title Membongkar Kacamata Pintar untuk Rekam Video: Di Balik Kemudahannya Tersimpan Risiko Penyalahgunaan

Dalam beberapa waktu terakhir, Jembatan Ampera yang menjadi ikon kebanggaan Kota Palembang sering dijadikan latar oleh para kreator digital untuk melakukan siaran langsung, baik itu dengan bernyanyi, menari, hingga interaksi dengan pengikut mereka di media sosial. Sayangnya, kegiatan tersebut kerap kali dilakukan di badan jalan jembatan atau di titik-titik yang sangat dekat dengan jalur kendaraan.

Hal inilah yang menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat serta pengguna jalan, karena berpotensi menimbulkan kemacetan bahkan kecelakaan lalu lintas. “Kami menerima banyak laporan mengenai gangguan lalu lintas yang disebabkan oleh kerumunan orang yang melakukan live streaming. Bahkan, beberapa di antaranya menggunakan pengeras suara atau lampu sorot yang mengganggu pengendara,” kata Cherly.

img_title Sosok Risya Azzahra Natakusumah, Anak Wagub Banten Dituding Pakai APBN untuk Nonton KPop, Dua Kali Gagal Jadi Caleg

Ia menambahkan, selain mengganggu arus lalu lintas, aktivitas tersebut juga bisa membahayakan keselamatan para konten kreator itu sendiri. Dengan kondisi jembatan yang berada di atas aliran Sungai Musi dan sering dilalui kendaraan berat, sedikit kelalaian bisa berakibat fatal.

Warna-warni Jembatan Ampera

Photo :
  • VoxPop/Muhamad Solihin

Pemkot Tak Anti-Konten, Tapi Prioritaskan Ketertiban

Cherly menegaskan bahwa Pemerintah Kota Palembang sama sekali tidak menentang kreativitas masyarakat, termasuk dalam membuat konten digital. Pemerintah justru mengapresiasi munculnya generasi kreatif yang mampu memanfaatkan media sosial untuk berekspresi dan bahkan menghasilkan pendapatan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut