Viral! Aksi Live Streaming di Jembatan Ampera Dilarang, Ini Penjelasan Pemkot Palembang
- Antara
Namun, kebebasan berekspresi tersebut tetap harus dibarengi dengan tanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain. “Kami sangat terbuka terhadap kreativitas, tapi harus dilakukan dengan memperhatikan keselamatan, kenyamanan publik, dan ketertiban umum,” tegasnya.
Untuk itu, Satpol PP mengimbau agar para kreator konten dapat memilih lokasi yang lebih representatif, seperti taman kota, pedestrian yang telah disediakan, atau kawasan-kawasan publik yang memang dirancang untuk kegiatan sosial. Bagi yang tetap ingin mengambil gambar atau video di Jembatan Ampera, disarankan untuk melakukannya di luar jam sibuk lalu lintas, misalnya di atas pukul 12 malam ketika intensitas kendaraan sudah sangat menurun.
Pengawasan Ketat dan Patroli Rutin
Sebagai langkah preventif, Pemkot Palembang melalui Satpol PP akan rutin melakukan patroli dan pengawasan di sejumlah titik rawan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, termasuk kawasan Jembatan Ampera. Petugas akan bertindak secara persuasif namun tegas terhadap individu atau kelompok yang terbukti melakukan aktivitas yang membahayakan atau menimbulkan kemacetan.
Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemkot Palembang dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan masyarakat, serta menjaga citra ikon kota seperti Jembatan Ampera agar tetap menjadi simbol kebanggaan yang bersih, aman, dan tertib.
Pesan untuk Masyarakat dan Konten Kreator
Pemerintah Kota Palembang berharap agar masyarakat, terutama generasi muda yang aktif di media sosial, dapat lebih bijak dalam memilih lokasi dan waktu untuk membuat konten. Perhatian terhadap regulasi yang berlaku serta kepedulian terhadap pengguna jalan lainnya adalah bagian dari etika bermedia sosial yang harus ditanamkan.
“Kami tidak melarang orang untuk berkarya, tetapi marilah kita saling menjaga. Kreativitas itu penting, tapi jangan sampai mengorbankan keselamatan dan ketertiban umum,” tutup Cherly. (Antara)
