Misi Rahasia Badi
- U-Report
VoxPop.co.id - Namaku Badi. Usiaku lima tahun kini. Aku adalah bungsu dari empat bersaudara kaum Badak Jawa yang hidup di kesunyian Ujung Kulon. Aku adalah satu-satunya asuhan ibu dan ayah yang tertinggal. Kedua kakak laki-lakiku sudah berpindah sedikit lebih jauh bersama keluarga kecilnya, sementara kakak perempuanku baru saja minggu lalu menikah dan sekarang tentu ikut suaminya.
Kakek telah lama tiada. Nenek memilih menjadi tetangga ketimbang tinggal bersama. Biar lebih leluasa katanya, dan biar aku jadi belajar arti saling berkunjung pula. Hal yang paling aku suka sejak kecil adalah setiap kali ibu mengajak kami semua mandi di Kubangan Lumpur Paling Surga di hutan ini sebelum pergi jalan-jalan atau sekadar bermain.
Mengapa disebut demikian? Kubangan Lumpur Paling Surga? Emmm, kalau boleh kutebak, kemungkinan besar sih karena keberadaan dedaunan dan buah-buahan yang kaya akan kandungan butir sinar Matahari kesukaan kaum kami yang meruah di sekitar tempat tersebut.
Saat-saat menantikan lumpur basah dengan merata mengering di sekujur kulit tubuh rasanya menjadi teramat sangat nikmat sekali karena bisa dilakukan sembari ngemil. Tapi, kalau kakak perempuanku, Banita, punya pendapat lain lagi. Entah dengar cerita dari siapa dan dari mana, ia mengatakan bahwa lumpur di Kubangan Lumpur Paling Surga itu adalah lumpur terbaik dan paling berkhasiat yang pernah ada dalam peradaban kaum badak, utamanya dalam hal kecantikan.
Euu, aku ingin mempercayainya. Iya, perkataan kakak perempuan sematawayangku itu. Tapi, kok rasanya berat juga. Terbaik yang pernah ada dalam peradaban kaum badak? Ah, bagaimana itu kebenaran ceritanya? Dia kan hanya beda tiga tahun denganku. Hem, sebagai bocah remaja, begitu jika mengutip omelan nenekku tiap-tiap saat aku membandel pergi keluyuran sendiri memenuhi rasa lapar dan rasa ingin tahu, aku tentu punya cita-cita. Tak mewah memang. Sangat fokus malah itu jika mengutip komentar ayahku di lain kesempatan. Aku ingin sekali tumbuh gagah seperti Paman Panglima yang bertugas melindungi kaum kami di hutan ini.
