Badak, Kamu Jangan Punah, Ya!

Badak Sumatera dok. Google
Sumber :
  • U-Report

"Daah, Adek-Abang, jangan ngebut-ngebut ya bawa motornya!" Mama memperingatkan Abang yang memang suka kebut-kebutan kalau naik motor. Seperti biasa, Abang tidak menjawab Mama, dia hanya mengangkat tangan dan mengacungkan jempolnya. Kami berangkat. Abang duduk di depan mengendarai sepeda motor, aku di tengah, Kakek di belakang melindungiku.

img_title Belajar Mengulik Kuliner dari Pak Bondan

Setelah satu jam perjalanan, kami sampai di Taman Margasatwa Ragunan. Abang memarkirkan sepeda motor dan langusng membeli tike masuk. Kakek menggandeng tanganku, agar aku tidak lari-larian katanya. Kakek berjalan cukup cepat, dia melewati kandang-kandang hewan yang biasanya kami singgahi. Abang berjalan santai mengikuti sambil membawa tas bekal makan siang kami. Tiba-tiba Kakek berhenti, dia langsung menggelar koran yang sejak tadi dipegangnya, ternyata itu untuk alas duduk kami.

Di bawah teduhnya pohon, di atas tanah rerumputan, kami beristirahat. Sambil menikmati makan siang kami, aku mulai bertanya-tanya lagi tentang tujuan Kakek mengajak aku dan Abang datang ke sini. "Kok, kita langsung kesini sih, Kek? Apanya yang spesial kalau begini, gak bisa lihat semua hewan. "Itu.." jawab Kakek, sambil menunjuk ke sebuah kandang hewan yang besar. "Badak?" sahutku heran.

img_title Klenteng Hok Tek Tong Penyelamat Eddy

Hari ini, 22 september adalah Hari Badak Internasional. Seluruh dunia merayakannya. Sama seperti Lebaran, seluruh umat muslim di dunia merayakannya. Atau seperti Natal, seluruh umat kristiani di dunia merayakannya. Semua orang berkumpul dan bergembira pada hari itu. Hari ini, sama saja dengan hari raya badak. Tapi, coba kamu lihat badak itu. Kita gak tahu, badak itu bahagia atau tidak di dalam kandang. Apalagi badak-badak yang ada di hutan liar sana, kebanyakan pasti sudah mulai tidak bahagia. Hutan liar sebagai rumah badak, sudah banyak yang ditebang, bahkan dibakar.

"Dulu, waktu Kakek masih muda, lebih parah lagi, perburuan liar masih merajalela. Badak juga menjadi korban, cula dan kulitnya dijual secara ilegal. Untungnya, saat ini penegakan hukum yang efektif oleh otoritas taman nasional serta diiringi dengan patroli tim terlatih Rhino Monitoring and Protection Unit (RMPU), sudah mampu mengurangi dampak perburuan liar." Kakek menjelaskan. Aku tidak begitu paham. Tapi, Abang sepertinya tertarik, dia mendengarkan dengan serius. Kakek memang pandai bercerita. Dulu, setiap malam sebelum tidur, Kakek selalu mendongeng untukku. Hal itu bahkan sudah Kakek lakukan sejak Abang masih kecil.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Takut Jalanan Rusak Warga Demo Galian C di Sungai Pemali
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut