Perjalanan ke Habitat Terakhir Badak Jawa
- U-Report
Setelah sampai, kami sudah ditunggu minibus dan langsung melaju ke Desa Paniis. Desa Paniis merupakan desa binaan WWF yang konsen dalam pelestarian terumbu karang, waktu tempuh hanya 20 menit dari Taman Jaya. Begitu sampai ditempat, kami disambut para pemuda yang sedang mempersiapkan jamuan. Siang hari seperti ini memang pasnya minum kelapa muda. Nikmat sekali, semua orang pasti setuju dengan pendapat saya.
Malam ini ada acara hiburan dari masyarakat, penghiburnya adalah nenek-nenek dan para pemuda desa yang yang saling melengkapi dalam pertunjukannya. Entah ditunjukkan untuk kami atau memang sudah agendanya, saya juga tidak tahu. Tapi yang jelas, mereka meminta keberkahan sebelum musim penghujan masuk. Meminta agar padi mereka tidak dikenal hama dan bisa membuahkan hasil yang baik. Pemahaman kearifan lokal yang masih mereka pegang sampai saat ini sebagai warisan budaya.
Hari Ketiga, 11 November 2015.
Selamat pagi Paniis. Hari ini kami telah sarapan dan agenda kami yaitu snorkeling dan diving. Sebelum berangkat kami bermain-main di pantai sembari menikmati cerahnya suasana pagi hari.
Setelah acara snorkeling dan diving selesai di Pulau Badugul, tempat kami berkunjung selanjutnya yaitu Vila Honje, waktu tempuh ke Vila Honje hanya satu jam kurang. Garis pantai dan tepiannya tidak jauh berbeda dengan laut kebanyakan, ditumbuhi ketapang di bagian depan dan cemara laut. Setelah bersih-bersih, kami makan siang dan mengikuti pelatihan membuat cendera mata patung dan seni lukis badak.
Tidak ada yang lebih indah selain perjalanan ke negeri badak ini. Perjalanan yang bukan hanya sekadar ekspedisi, tetapi juga perjalanan hati. Makin sempurna manakala di penghujung acara kami diperkenankan untuk dapat menerima bingkisan berupa hadiah terindah menjadi juara.
Mengesankan, bagai mimpi yang terasa menjadi nyata, semua hal indah itu datang bersamaan. Tiga orang pemenang dengan cerita masing-masing untuk upaya konservasi dan pelestarian Badak Jawa dan saya berkesempatan untuk ambil bagian di dalamnya. Senang berkecamuk dengan bangga. Perpaduan yang indah untuk semangat menulis di masa yang akan datang. Semoga bisa menjadi penulis hebat. Amiin
Perjalanan pulang
Hari ini semua telah selesai. Pertemuan dan kebersamaan kami akan segera berkahir. Berlebihan sekali jika harus menitikan air mata. Tapi satu keyakinan yang pasti, hati setiap orang akan tertambat ke perjalanan ini. Perjalanan yang lebih dari sebuah misi. Perkenankan saya menggambarkan suasana ketika pulang dengan meminjam sebuah prosa lirik, Negeri Badak karya F. Rahadi:
