Lika-liku Perjalanan Hidupku

M. Irfan
Sumber :
  • U-Report

Oleh sebab itu, aku memutuskan untuk pindah sekolah ke SDN Babakan Jampang II yang tidak terlalu jauh dengan rumahku.  Di samping aku sekolah, sepulangnya aku mengikuti Sekolah Diniyah untuk belajar ilmu agama, seperti fiqih, tarikh, tauhid, dll. Aku sekolah Diniyah sampai pukul 17.00 setelah itu pulang ke rumah dan istirahat.

SDN Babakan Jampang II adalah sekolah yang nyaman menurutku, karena banyak sekali teman sekampungku yang satu kelas denganku di sana. Sebagai seorang siswa pindahan ternyata tidak selalu berjalan dengan baik. Sifat jahil dan nakalku yang ke kanak-kanakan itu masih ada, tetapi mereka belum mengetahui semuanya.

img_title Belajar Mengulik Kuliner dari Pak Bondan

Kelas empat SD di sanalah dimulai cerita unforgetable moment, karena waktu itu adalah waktu aku mulai mengalami rasa yang berbeda, rasa yang selalu menghantuiku. Ya, itulah cinta. Cinta pertama itu tertuju pada wanita cantik di kelasku yaitu Dea Nuranisa. Parasnya yang cantik dan senyumannya yang manis bisa memikat hati dan perasaanku menjadi luluh, akan tetapi ia mempunyai kekurangan, yaitu akhlaknya kurang baik dan hubungan kita pun tidak terkalu lama, hanya sekitar dua minggu aku menjalani hubungan dengannya.

Aneh, tak pernah keluar dari tiga besar di sekolah dulu, tetapi aku seperti tidak bisa apa-apa di sekolahku yang baru. Bahkan teman-temanku mencelaku dengan sebutan si bodoh, tidak akan naik kelas. Di sana kepercayaan diriku mulai tergoyahkan. Aku berdoa kepada Allah untuk dikuatkan, dicerdaskan kembali, dan dimudahkan untuk mengisi soal, karena mau UKK.

Ketika pembagian raport semester genap, aku pesimistis. Tetapi ketika pengeras suara itu menyebut namaku sebagai peringkat ketiga di kelas, aku sangat tidak percaya, bahkan teman-temanku juga. Itu mustahil mereka bilang.  Alhamdulillah, aku percaya akan keajaiban itu. Kemudian aku mulai bangkit kembali, walaupun aku mempunyai kekurangan secara sifat tetapi aku harus punya kelebihan yaitu harus lebih pintar daripada teman-temanku yang lainnya.

Tiga tahun sudah kulalui di sekolahku hingga mendapat predikat lulus. Kujadikan itu sebagai kesuksesan kedua karena yang pertamanya adalah teman-temanku mulai bisa menerima kekuranganku dan mereka berubah menjadi baik kepadaku.

Next School, to MTs Alif Al-ittifaq. Sekolah ini adalah gerbang awal menuju langkah pengembaraanku untuk menjadi lebih baik lagi. Tidak dipungkiri lagi, kerja kerasku selama tiga tahun membawakan hasil yang positif. Aku tak pernah turun dari peringkat ke-1 selama tiga tahun berturut-turut. Menjadi wakil ketua OSIS dan sebagai pradana pramuka membuatku jadi lebih eksis dan lebih tertarik lagi untuk terjun di dunia organisasi yang bisa menumbuhkan rasa kepemimpinanku.

Bukan berarti pengalamanku di MTs itu berjalan mulus, NO..NO..!! aku juga pernah mengalami yang namanya galau dalam bercinta baik itu putus cinta maupun ditolak. Aku juga pernah buat masalah yang lebih besar di sekolah, yaitu menghina guru TIK di akun facebookku, maklum aku masih orang desa dan tidak terlalu mengetahui IT.

Ketika itu, aku hampir dikeluarkan atas peyimpangan yang aku lakukan, untungnya aku meminta maaf atas kesalahannku dan tidak jadi deh, hehehe. Selain prestasi di sekolah aku juga meraih prestasi di luar sekolah, yaitu menjuarai kontes Speech English tingkat Kabupaten dan gugur di tingkat provinsi. Kontribusi bagi sekolah ada dan kebanggaan seorang orangtua pun terasa. Akhirnya selama tiga tahun aku sekolah di MTs Alif, tak ada kata penyesalan yang ada hanya naik satu tangga menuju mimpi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut