Lika-liku Perjalanan Hidupku
- U-Report
Perjuanganku diteruskan di SMA Darul Falah, Cihampelas, Cililin, Kab. Bandung Barat, kebetulan aku sekolah di sana sambil menjalani pesantren dan itu atas kemauanku sendiri. Lebih mandiri dan banyak kegiatan yang bermanfaat itu adalah tujuanku. Di sana aku mengikuti ekstrakulikuler seperti OSIS, Padus, dan Pramuka.
Kelas X adalah masa taaruf bersama teman-teman yang baru karena ada yang dari berbagai pelosok, dan juga sebagai penentu arah kita mau kemana, IPA atau IPS. Kebersamaanya pun sangat terasa, ketika kedewasaan mulai tumbuh karena sudah putih abu-abu, hehehe.
Sebenarnya aku ingin sekali mengambil program IPS sewaktu kelas XI, akan tetapi kepala sekolah dan wali kelas tidak menyetujui hal itu disebabkan aku selalu masuk peringkat tiga besar. Padahal aku tidak suka sains, aku lebih suka keterbukaan sosial. Walaupun ada matematika yang aku sangat sukai, tapi aku tak suka pelajaran sains yang lainnya. Bagiku sains itu seperti penjara, tapi sosial hanya kebebasan yang ada.
Akhirnya, dengan keterpaksaan aku masuk program IPA. Aku mulai menyesuaikan dengan pelajarannya. Sugesti sains itu tetap menghantuiku, aku terpaksa mengikuti OSIS untuk membebaskan pikiranku. Di sana aku menjadi KETUA OSIS, dan lupa akan pelajaran, malah cenderung organisasi terus-menerus. Ternyata teman-teman sekelasku tidak menyukaiku jika aku menjadi ketua OSIS, aku tak tahu kenapa.
Suasana di kelasku jadi mulai goyah, tak nyaman dan banyak orang yang menjauhiku. Belajar pun tak konsen, akhirnya prestasi pun menurun. Temanku yang ada hanya anak-anak organisasi. Di sana aku bisa meluapkan pikiran yang ada di benakku. Share pengalaman, dll. Aku serasa mempunyai keluarga yang baru. Ilmu yang aku dapat selama di OSIS sangat bermanfaat sampai sekarang ini.
Kelas XII adalah waktu aku harus jadi pelajar lagi, lupakan wanita, facebook dan OSIS. Belajar, belajar, dan belajar adalah paling utama untuk meraih hasil yang maksimal supaya aku dapat diterima di PTN. Suasana kekeluargaan mulai terasa kembali di kelas, mengetahui kita akan berpisah sebentar lagi. Dan kita mempunyai cita-cita bersama yaitu kita semua satu kelas, kelas XII IPA-1 SMA Darul Falah periode 2012/2015 insyaAllah ingin dan akan berangkat umroh pada tahun 2025. Amin.
Selain belajar di sekolah, sepulangnya aku juga mempunyai kewajiban sebagai santri Darul Falah untuk mengaji dengan target hapalan selama tiga tahun harus hapal kitab ini, kitab itu, dsb. Asal kalian tahu, aku hanya diberi kesempatan oleh orang tuaku untuk pulang dalam setahun tidak lebih dari tiga kali. Sedih kan? tapi tak apa-apa, itu juga supaya aku bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu agama.
Sekarang aku sudah kelas XII dan aku dijadikan sebagai ketua kobong dengan mengurus anak kelas tujuh sebanyak 50 orang. Huh! riweuh, pusing satu kamar dengan anak-anak. Aku juga harus mengajarkan mereka pelajaran agama setiap harinya. Itu membuatku tidak rugi akan waktu yang terbuang karena itu semua nanti akan dibalas oleh Allah dengan ganjaran yang berlipat ganda. Amin..
Tak akan pernah lupa dengan mimpiku. Mimpiku yang selalu dibawa sampai mati, tak ingin seperti orang lain yang haus akan kesuksesan dunia. Mungkin mimpiku sudah tak asing lagi dan diinginkan oleh semua orang tetapi banyak orang melupakan bagaimana cara untuk mendapatkannya. Mimpiku hanya ingin masuk syurga.
