Integritas yang Tinggi sebagai Harga Mati
Kamis, 26 November 2015 - 16:29 WIB
Sumber :
- http://ftw1974.blogspot.com
“Mereka yang sering membayar untuk orang lain, mungkin bukan berarti mereka kaya, tapi karena mereka menghargai hubungan lebih daripada uang”
Saya bukan sedang mendiskriminasi orang pelit, terlepas dari dia orang kaya atau miskin.
Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, hemat itu sangat disarankan untuk tabungan di masa depan. Namun terkadang sikap pelit yang sangat berlebihan dan merugikan orang lain bisa menjadi bumerang terhadap diri sendiri. Orang-orang disekitar akan risih karena kita mendewakan uang dan memanfaatkan teman.
“Lebih baik tangan di atas, daripada tangan di bawah”. Merugikan orang lain dalam hal ini misalnya ingin diberi namun sesedikit mungkin memberi. Kalau kepepet, memberi pun dengan perhitungan yang sangat matang alias terpaksa.
Hal ini akan memunculkan mata rantai yang sulit putus karena hal-hal baik biasanya datang dari memberi. Sifat kikir akan menyulitkan rejeki. Ketika kita mampu memberi, lakukan itu dengan ikhlas dan tanpa pamrih.
Solusinya kembali lagi pada idealisme. Sesuaikan gaya hidup dengan keuangan sendiri. Jangan memasang dan membohongi diri seolah-olah kita bisa hidup dengan standar sama dengan orang lain. Sikap egois dan mau menang sendiri pun harus ditekan agar memiliki hubungan yang sehat dan ideal.
Bagi saya, kejujuran terhadap orang lain itu “harga mati”. Jika kita ingin mempunyai hubungan yang baik, jagalah integritas. Bukan hanya jujur dalam perkataan, tetapi juga perbuatan. Hidup dengan integritas membuat hati kita dan orang lain tentram. Orang-orang tidak merasa khawatir dan takut karena kita dapat dipercaya. (Cerita ini dikirim oleh Marshella Limarta – Bandung)
Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, hemat itu sangat disarankan untuk tabungan di masa depan. Namun terkadang sikap pelit yang sangat berlebihan dan merugikan orang lain bisa menjadi bumerang terhadap diri sendiri. Orang-orang disekitar akan risih karena kita mendewakan uang dan memanfaatkan teman.
“Lebih baik tangan di atas, daripada tangan di bawah”. Merugikan orang lain dalam hal ini misalnya ingin diberi namun sesedikit mungkin memberi. Kalau kepepet, memberi pun dengan perhitungan yang sangat matang alias terpaksa.
Hal ini akan memunculkan mata rantai yang sulit putus karena hal-hal baik biasanya datang dari memberi. Sifat kikir akan menyulitkan rejeki. Ketika kita mampu memberi, lakukan itu dengan ikhlas dan tanpa pamrih.
Solusinya kembali lagi pada idealisme. Sesuaikan gaya hidup dengan keuangan sendiri. Jangan memasang dan membohongi diri seolah-olah kita bisa hidup dengan standar sama dengan orang lain. Sikap egois dan mau menang sendiri pun harus ditekan agar memiliki hubungan yang sehat dan ideal.
Bagi saya, kejujuran terhadap orang lain itu “harga mati”. Jika kita ingin mempunyai hubungan yang baik, jagalah integritas. Bukan hanya jujur dalam perkataan, tetapi juga perbuatan. Hidup dengan integritas membuat hati kita dan orang lain tentram. Orang-orang tidak merasa khawatir dan takut karena kita dapat dipercaya. (Cerita ini dikirim oleh Marshella Limarta – Bandung)
Edu House Rayakan Harlah ke-8
Acara kali ini bertajuk “Discover the Magic on You”.
VoxPop.co.id
10 Agustus 2016
