Darurat Komunikasi Pemerintahan Prabowo

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Sumber :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

(Artikel opini ini ditulis oleh Tajus Syarofi, Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina Jakarta)

img_title 5 Bisnis Ini Ramai Dicari Menjelang Agustus, Cocok Dimulai Sekarang untuk Tambah Cuan!

Pemandangan yang menarik tersaji di lini masa media sosial beberapa hari ini. Publik disajikan drama “adu data” antara Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono. Kegaduhan ini terkait anggaran kapal yang dianggap “sudah cair” oleh Menkeu namun “belum ada“ menurut Menteri KKP (10/2/26). Ini bukan sekadar urusan teknis birokrasi, melainkan potret retaknya orkestrasi komunikasi pemerintahan Prabowo Subianto.

img_title Kepala Dinas Pemkab Pekalongan 'Dipalak' untuk THR hingga Ultah Bupati Fadia, Nominalnya Rp 5-25 Juta

Secara teoritis, komunikasi pemerintah seharusnya menganut prinsip single voice policy –satu suara untuk membangun kepastian. Namun apa yang dilakukan keduanya merupakan insiden yang menunjukkan adanya hambatan dalam koordinasi dan penyampaian pesan di level elit. Terjadinya “saling sikat” menunjukkan adanya pergeseran budaya komunikasi politik yang tidak elok dan cukup berbahaya.

Alih-alih menyelesaikan selisih data di meja rapat koordinasi, para pejabat elit justru memilih jalur digital untuk membela diri secara instan di depan netizen (blame shifting). Meskipun terasa cepat dan transparan, metode komunikasi “bypass” ini secara langsung menunjukkan kegagalan komunikasi pemerintahan dan koordinasi antar kabinet.

img_title Jarang Disadari! Kebiasaan Scroll HP Terlalu Lama Bisa Mengubah Tubuh Anda, Ini 6 Dampaknya

Tamparan Keras Sistem Birokrasi

Tindakan Menteri KKP yang meminta Menkeu “mengecek anak buahnya” merupakan tamparan keras sistem birokrasi dan etika publik. Fenomena ini mengalami pergeseran makna dari transparansi birokrasi ke ego sektoral yang kuat dan kaku. Jika Menkeu bicara tanpa data valid di depan forum Kadin itu adalah kecerobohan fatal, maka jika menteri KKP lebih memilih “memukul” koleganya di ruang publik dari pada duduk bersama, itu adalah tindakan yang destruktif –tindakan yang merusak tatanan.

Insiden ini merupakan asimetri informasi dan kegagalan pemerintah dalam menyampaikan pesan penting kepada publik. Pertama, dalam teori Govermental Public Relation salah satu pilar komunikasi pemerintahan harus dipandang sebagai entitas tunggal yang koheren –kebijakan satu suara. Teori ini menuntut agar perbedaan data antar kementerian harus diselesaikan di ruang internal public relation sebelum dilempar ke external public Relatioin.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VoxPop.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut