Nasib Industri Perunggasan

Peternak mengumpulkan telur ayam untuk dijual ke pedagang di peternakan ayam petelur di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 9 Maret 2019.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

(Artikel opini ini ditulis Prof. Yuli Retnani, Guru Besar IPB University)

img_title Fenomena Diskon Besar di Industri Game, Bagaimana Promo Digital Membentuk Kebiasaan Belanja Gamer Modern

VoxPop – Industri perunggasan sangat strategis mempengaruhi perekenomian Indonesia. Penyediaan protein cepat dapat diproduksi dalam waktu singkat dipenuhi dari penyediaan protein hewani dari daging ayam broiler dan telor ayam.  

Industri perunggasan adalah kisah sukses modernisasi pertanian dan teknologi pangan. Dalam waktu hanya 30–40 hari, ayam broiler sudah dapat dipanen, produksi telur sangat efisien dengan teknologi pembibitan, pakan, kesehatan ternak, dan manajemen kandang modern.

img_title Dukung Pertumbuhan Sektor Otomotif RI, Bank Saqu Usung Program Selalu Cuan di GIIAS 2026

Industri perunggasan menjadi sumber protein hewani yang paling terjangkau di masyarakat dan menyerap tenaga kerja banyak. Secara teknis, industri perunggasan (telur dan daging ayam) menjadi menjadi tulang punggung penyediaan protein hewani rakyat Indonesia.  Dengan sistem produksi seperti sekarang ini maka kebutuhan protein rakyat tercukupi dan terjangkau karena harganya murah.  

Namun, banyak keluhan di kalangan produsen peternak perunggasan akibat sering mengalami kerugian, gulung tikar, terlibat hutang bahkan penyitaan asset property kandang atau pun rumah terjadi akibat kerugian usahanya.  

img_title Perkenalkan Produk dan Industri Negeri Tirai Bambu, Shanghai Fair Indonesia 2026 Digelar di JIExpo Kemayoran

Fakta ini menjadi indikasi bahwa struktur industri (produksi dan perdagangan) sakit dan berada dalam persaingan tidak sehat. Industri perunggasan mengalami konsentran horizontal dan vertikal sehingga menguntungkan konglomerasi di hulu dan merugikan peternak di hilir. Nilai tambah dinikmati oleh perusahaan besar, sementara usaha kecil tertindas.

Struktur Industri dan Monopoli

Masalah industri perunggasan adalah praktek monopoli, konsentrasi vertikal dan horizontal tersebut. Teknologi dan sistem produksi tidak ada masalah, di balik keberhasilan  tersebut, tersembunyi persoalan serius dalam struktur industrinya. 

Masalah utama industri perunggasan Indonesia bukan lagi sekadar teknologi produksi, melainkan strukturnya dan industrinya yang semakin terkonsentrasi sehingga mudah terjadi praktek monopoli. Akibatnya, sistem perunggasan menciptakan ketidakadilan ekonomi yang serius. 

Hadirnya rencana Kadin untuk mengundang investor baru di hulu menjadi isu sensitif dan perbindangan meluas di kalangan peternak, akademisi dan kampus, serta pengusaha besar itu sendiri.  

Ini harus dijelaskan apakah akan memperbaiki persaingan yang sehat sehingga peternak lebih mempunyai akses yang lebih baik terhadap input produksi, proses produksi dan pasar? Atau sebaliknya, apakah kehadiran investor baru hanya akan melanggengkan konsentrasi dari hulu ke hilir dan konsentrasi horizontalnya?

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VoxPop.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut