Kenali Hal-hal yang Dapat Merusak Iman
- VoxPop.co.id/Muhamad Solihin
Syirik dalam asma’ wa al-shifat, yaitu kalau seseorang mensifati sebagian makhluknya dengan sebagian sifat-sifat Allah yang khusus. Seperti keyakinan orang Nasrani bahwa Isa adalah anak Allah atau paham trinitasnya, atau keyakinan Yahudi bahwa Uzair itu anak Allah.
Syirik khafi (syirik samar) atau bisa disebut dengan syirik ashgar (syirik kecil) yaitu syirik yang tidak terlihat. Syirik yang terjadi pada seseorang dengan munculnya kekuatan diri merasa besar, agung, terhormat, sehingga keagungan, kebesaran Allah menjadi terabaikan. Juga orang yang menginginkan kemanfaatan dengan melalui amalan akhirat.
Di antara yang dikategorikan dalam syirik ashgar adalah ar-riya yaitu mengamalkan suatu ibadah supaya dilihat manusia dalam rangka mendapatkan popularitas. Dalam suatu hadis riwayat Muslim dan Ahmad diriwayatkan bahwa Allah berfirman, “Barang siapa yang memperdengarkan kebaikannya, maka Allah akan mendengarkan kejelekannya. Dan barang siapa yang memperlihatkan kebaikannya maka Allah akan memperlihatkan kejelekannya”. Maka kita memohon semoga Allah senantiasa menjauhkan dari perbuatan ria.
Sum’ah yaitu mengamalkan suatu ibadah supaya didengar orang lain dalam rangka mendapatkan popularitas. Dosa syirik tidak dapat diampuni, terkecuali bila ia meninggalkan sikap-sikap atau segala tindakan yang mengandung syirik dalam kehidupan sehari-harinya. Tetapi jika ia masih percaya terhadap sesuatu selain Allah maka syiriknya tidak terampuni sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya. Tetapi bila ia mau bertaubat, meninggalkan perbuatan syiriknya lantaran ia sebelumnya tidak mengerti apa-apa sehingga terjerumus ke lembah syirik.
Sebesar-besarnya perkara yang menjadikan seseorang murtad adalah syirik dalam beribadah kepada selain Allah. Yaitu dia beribadah kepada Allah juga selain kepada Allah. Maka kesyirikan adalah bentuk kemurtadan yang paling berbahaya, yaitu seseorang beribadah kepada selain Allah dengan salah satu dari macam-macam ibadah seperti doa, menyembelih, istighosah, dan lain-lain.
Seolah-olah kamu menganggap Allah itu tidak mengilmui dan mengetahui. Demikian setan, dari kalangan jin dan manusia menghiasi untuk mereka dalam keadaan mereka mengaku Islam, bersaksi bahwa tidak ada uhan selain Allah, mereka mencampuri amalan-amalan mereka dengan kesyirikan maka mereka keluar dari agama Islam dalam keadaan mereka salat, puasa, dan haji.
