Profil Deddy Mulyana, 'Bukan' Kacang Lupa Kulit

Deddy Mulyana menjadi pembicara di Universitas Jenderal Soedirman (foto/pasca.unsoed.ac.id)
Sumber :
  • vstory

Salah satu jurnal ilmiah yang paling awal ditulisnya yaitu “Kendala-Kendala Pengembangan Penelitian Komunikasi di Indonesia.” Jurnal ISKI, Vol.III/April tahun  1999.

img_title Viral Diduga Chat Mesum Guru Besar Unpad ke Mahasiswi Exchange, Minta Foto Bikini!

Prof.Deddy juga telah menulis sekitar 30 buku yang beberapa di ataranya merupakan terjemahan. Buku yang sudah terbit di antaranya : Nuansa – Nuansa Komunikasi:Meneropong Politik dan Budaya Masyarakat Kontemporer (1999), Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya (2001), Terjemahan dari Komunikasi Bisnis Lintas Budaya (2004), dan masih banyak lagi.

Salah satu buku yang sampai saat ini masih  digunakan di universitas - universitas  Indonesia, yaitu “Ilmu Komunikasi Sebagai Pengantar “ yang awal terbit  tahun 2000 dan buku ini telah mengalami revisi pada tahun 2018 lalu.  

img_title Harapan Ketum Peradi Profesional usai Sekjennya Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Selain menjadi Guru Besar di Universitas Padjadjaran, Nama Prof.Deddy juga sangat dikenal baik dalam negeri maupun luar negeri. Dalam perjalanan karier akademiknya, ia sudah berkelana ke berbagai manca negara.

Atas usaha dan prestasinya tersebut, di luar Universitas Padjadjaran Prof.Deddy ditunjuk menjadi guru besar tidak tetap di Program Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung.

img_title Prabowo Bahas Kekurangan Dokter hingga Biaya Kuliah Bersama 1.200 Rektor dan Guru Besar

Selain di Indonesia, Lulusan Jurnalistik Unpad ini juga menjadi Peneliti dan Guru Besar tamu di berbagai Universitas di Dunia. Di antaranya, Northern Illinois University, Amerika Serikat  tahun 2000, Technische Universitat, Ilmenau Jerman pada tahun 2002, 2005, Randolph-Macon Woman’s Collage, Lynchburg Virginia AS pada tahun 2004, Leiden University pada tahun 2005, 2006, Monash University tahun 2009, 2011, Universitas Malaya pada tahun 2011.

Perjalanan karier Prof.Deddy di bidang akademik memang dapat dikatakan menakjubkan. Namun dibalik karier yang cemerlangnya tersebut, ia tetap bersilaturahmi bahkan kerap mengisi perkuliahan di tempat di mana awal perjalanannya dimulai. Yaitu di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Sesuai dengan hal yang pernah ia katakan bahwa dengan kita rajin bersilaturahmi kita akan merasakan suasana  yang hatinya bahagia dan emosinya terkendali.

Presiden RI Prabowo Subianto

Istana Bilang Prabowo Ajak Guru Besar hingga Akademisi Tuntaskan Persoalan Bangsa

Prabowo mengajak sivitas akademika, termasuk dekan, guru besar, dan rektor, untuk bersama-sama berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

img_title
VoxPop.co.id
29 Juni 2026
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VoxPop.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut