Ekonomi Nasional Resesi, Maluku Utara Justru Melesat
- vstory
Dari sisi lapangan usaha, perlambatan ekonomi disebabkan penurunan tajam pada beberapa sektor lapangan usaha. Sektor Transportasi dan Pergudangan mengalami penurunan paling tajam sebesar 17,77 persen, diikuti dengan sektor penyedia akomodasi dan makan minum yang turun sebesar 7,50 persen.
Sedangkan dari sisi pengeluaran, perlambatan ekonomi Maluku Utara disebabkan dari rendahnya konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga selama tahun 2020 mengalami pertumbuhan sebesar -0,24 persen. Padahal dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi salah satu penopang perekonomian Maluku Utara. Di tahun 2020, kontribusi pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 51,71 persen dari total produk domestik regional bruto (PDRB) Maluku Utara. Artinya dari sisi pengeluaran ekonomi Maluku Utara sangat bergantung pada konsumsi rumah tangga.
Rendahnya konsumsi rumah tangga dikarenakan adanya penurunan aktivitas ekonomi selama pandemi yang mengakibatkan banyaknya pekerja yang dirumahkan dan mendapatkan pemutusan hubungan kerja, pemotongan gaji pegawai, dan sampai pada penurunan tingkat pendapatan secara signifikan.
Sehingga, berefek pada daya beli masyakat yang semakin melemah. Daya beli dan konsumsi masyarakat masih tertekan hingga triwulan IV tahun 2020. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan konsumsi masyarakat yang sangat rendah yaitu hanya 0,54 persen dibandingkan triwulan 4 tahun sebelumnya.
Meningkatkan perekonomian
Dengan besarnya pengaruh konsumsi rumah tangga terhadap perekonomian Maluku Utara, menggenjot pemulihan konsumsi rumah merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan perekonomian Maluku Utara di tengah pandemi ini. Salah satu cara meningkatkan konsumsi masyarakat ialah dengan meningkatkan pendapatan masyarakat itu sendiri.
Meningkatkan pendapatan masyarakat bisa dengan cara melanjutkan bantuan sosial yang ada selama 2020. Bantuan tersebut diharapkan dapat memulihkan daya beli masyarakat dan meningkatkan konsumsi masyarakat itu sendiri.
Meningkatnya konsumsi masyarakat artinya permintaan terhadap barang dan jasa pun meningkat sehingga mendorong peningkatan produksi dari lapangan usaha. Dan akhirnya dapat meningkatkan lagi perekonomian Maluku Utara bahkan Nasional di tengah pandemi Covid-19 ini.
