Makna Peringatan Bulan Bahasa sebagai Pencegah Hoax

Memperingati Bulan Oktober Sebagai Bulan Bahasa (Dok:Pribadi)
Sumber :
  • vstory

Berbagai berita bohong atau biasa kita sebut hoax menjadi berita yang berbahaya jika sampai kepada masyarakat yang kurang teredukasi. Berita tersebut bisa menimbulkan kesalahpahaman yang berujung kepada tindak kekerasan. Contoh saja pada pilkada tahun 2018 yang banyak mendapat serangan berita bohong dari berbagai kepentingan politik, hal ini membuat masyarakat dilanda kebingungan dan banyak yang menjadi korban kekerasan karena berita bohong tersebut.

img_title Kemenkeu Raih Opini WTP ke-15 secara Berturut-turut dari BPK, Begini Kata Purbaya

Pada kasus Papua yang terjadi pada tahun 2019 bahkan sampai memutuskan akses internet sehingga masyarakat tidak bisa menerima berbagai informasi tentang kerusuhan yang terjadi.

Hal ini adalah langkah pemerintah untuk membatasi masuknya informasi bohong yang bisa memperparah suasana kerusuhan. Walaupun demikian pembatasan akses informasi tidak bisa dikatakan benar karena bisa saja pembatasan akses informasi malah akan menimbulkan masalah lain dikemudian hari. Salah satu cara paling efektif dalam memberikan masyarakat informasi yang benar adalah dengan mengedukasi.

img_title BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Ditawarkan Secara Online, Masyarakat Wajib Waspada Modus Penipuan

Dengan mengedukasi masyarakat tentang informasi kemudian akan membuka pikiran masyarakat tentang benar atau salahnya informasi yang mereka terima. informasi yang diterima oleh masyarakat kemudian akan terfilter sendiri sehingga berbagai berita bohong bisa dicegah.

Jika melihat paparan tersebut seakan membenarkan pernyataan yang disampaikan oleh Dr. Amran Halim bahwa masyarakat perlu adanya bulan bahasa sebagai sarana edukasi yang mendidik masyarakat dalam segala hal tentang informasi dan budaya yang kemudian menjadi sarana pula bagi pemeritnah dalam menyebarkan pemahaman tentang pentingnya memilah arus informasi.

img_title Bela Zulhas, Politisi PAN Sesalkan Ada Penggiringan Opini Negatif Terkait Video Makan di Aceh

Internet sebagai arus informasi merupakan sebuah pedang bermata dua yang bisa dipakai untuk kepentingan mencerdaskan bangsa dengan akses edukasi yang tidak terbatas dan disatu sisi juga menjadi sebuah jalan tempat arus informasi yang menyesatkan yang contohnya kemudian membuat bibit radikalisme berkembang juga berasal dari internet.

Daripada hanya membatasi akses internet yang kemudian akhirnya ikut membatasi akses edukasi yang bisa diterima masyarakat, pemerintah dapat memanfaatkan bulan bahasa sebagai sarana dalam meperbaiki pendidikan di Indonesia agar bisa mengarahkan arah pendidikan ke dalam pemahaman tentang dunia internet yang sangat luas sehingga masyarakat kemudian yang akan bisa memilih sendiri informasi apa yang perlu mereka terima dan buang sebagai warga negara yang baik.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VoxPop.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut