Memaknai IPM Indonesia
- vstory
VoxPop - Berbagai indikator terus diteliti untuk melihat bagaimana keadaan pembangunan sosial-ekonomi suatu negara. Dari mulai PDB, angka kemiskinan, inflasi, dan indikator makro ekonomi lainnya.
Indeks Pembangunan Manusia disingkat IPM merupakan salah satu indikator tersebut. IPM sendiri merupakan indikator yang berfokus pada pembangunan manusia melalui dimensi umur panjang dan sehat, berpengetahuan dan berketerampilan, serta akses terhadap sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai standar hidup layak.
Bila PDB mengukur capaian ekonomi, IPM mengukur tingkat kesejahteraan dan kebahagiaan. Sehingga PDB dan IPM tidak selalu berjalan linier. UNDP sendiri mengenalkan IPM sebagai a process of enlarging people’s choice.
IPM ini cukup penting untuk dihitung. Karena dari indikator ini kita bisa melihat berapa besaran kesejahteraan masyarakat yang dilihat dari umur harapan hidup, rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah, serta pengeluaran riil per kapita.
Berdasarkan data yang dirilis BPS 15 November lalu, nilai IPM Indonesia sejak 2010-2021 terus mengalami kenaikan. Di tahun 2021 sebesar 72,29 dengan rata-rata kenaikan 0,76 persen. Angka ini termasuk golongan tinggi. Tahun 2021 semua dimensi IPM mengalami kenaikan, berbeda dengan IPM 2020 di mana angkanya meningkat namun dimensi standar hidup layak mengalami penurunan. Dimensi ini menurun di 2020 dikarenakan pandemi covid-19 yang menyebabkan penurunan pengeluaran riil masyarakat. Kala itu, masyarakat memilih untuk mengurangi pengeluaran karena berkurang pula pendapatannya.
Tahun 2020 IPM Indonesia berada di peringkat 107 dari 189 negara, dan berada di peringkat 5 di Kawasan Asia Tenggara. IPM ini masih kalah dengan Malaysia di semua dimensi.
Kenaikan terjadi di semua dimensi pembentuk IPM. Dimensi umur panjang dan sehat diukur berdasarkan umur harapan hidup. Selama 12 tahun sejak 2010, umur harapan hidup penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan, dari 71,47 tahun di 2020 menjadi 71,57 tahun di 2021. Dimensi pengetahuan diukur dengan indikator rata-rata dan harapan lama sekolah. Kedua indikator ini juga mengalami peningkatan. Dimensi terakhir, standar hidup layak dengan indikator pengeluaran riil per kapita juga mengalami kenaikan 1,30 persen dibanding tahun 2020. Indikator ini sempat jatuh di tahun 2020 namun bisa bangkit kembali di tahun 2021.
