Semarak HUT DKI Jakarta ke-495 dari Golden Triangle of Jakarta
- Ilham Pangumbara
Menilik kawasan lain yang turut menyemarakkan hari jadi Kota yang dahulu bernama Batavia ini ialah Mega Kuningan dan Thamrin. Disebut sebagai Golden Triangle of Jakarta, ketiga lokasi yang acapkali disebut sebagai lokasi perkantoran idola kaum muda-mudi Ibu Kota.
Membandingkan dari ketiga wilayah ini, tentu memiliki pelbagai perbedaan yang berarti bagi penulis. Mega Kuningan yang banyak dihuni dan menjadi kantor penghuhung para diplomatik mancanegara. Kantor kedutaan banyak bertengger di sepanjang area yang didukung dengan infrastruktur bertaraf Internasional. Di bawah bendera Dua Mutiara Group, kawasan ini didesain menjadi premium business location untuk menunjang para investor dalam melakukan perputaran ekonomi yang menjanjikan di area seluas 55 Hektar tersebut. Walau terdapat beberapa ornamen ucapan HUT bagi Jakarta yang menghiasi kawasan Mega Kuningan, namun rupanya tidak semeriah apa yang terdapat di Kawasan SCBD.
Selanjutnya, sepanjang kawasan Thamrin. Menjadi penghubung sekaligus pelengkap Golden Triangle Jakarta. Hotel Indonesia, Grand Indonesia dan Plaza Indonesia seakan menjadi magnet bagi para pelancong untuk sekedar merasakan keramaian Ibu Kota dari balik jendela, terlebih menyaksikan city light of Jakarta pada malam harinya. 3 tahun silam sebelum pandemic, sepanjang jalanan Medan Merdeka Selatan (silang Monas) hingga Bunderan Hotel Indonesia setiap perayaan HUT Jakarta, selalu menampilkan berbagai Kebudayaan, Kesenian, Bazar dan Hiburan khas Jakarta.
Era kini, kawasan Thamrin tentu akan menjadi central point of view utama, yang seharusnya lebih meramaikan gegap gempita perayaan HUT Jakarta. Walau pada Patung Selamat Datang dan area terdekat banyak umbul-umbul (read-bendera berbagai warna) yang di kibarkan menghiasi bundaran air mancur. Sedikit menambah estetika.
Sebagai kawasan bisnis yang semakin dimanjakan dengan kemudahan akses transportasi umum, developers diwilayah-wilayah terkait sudah semestinya merealisasikan tagline Kolaborasi, Akselerasi dan Elevasi sebagai upaya dukungan moral bagi Pemerintahan DKI Jakarta.
Anies Baswedan pada momen perayaan HUT Jakarta mengemukakan “Kolaborasi di Jakarta paling banyak private sector, institusi internasional, beragam institusi. Kita melakukan pendekatan kolaborasi. Kolaborasi yang sudah dilakukan membawa kemajuan masyarakat di Jakarta," Paparnya, dikutip dari Media
Jakarta sebagai miniatur Republik ini, maka bergandengan tangan saling berkolaborasi adalah kewajiban. Terlebih seperti apa yang disampaikan Gubernur DKI - menjangkau dan berkolaborasi dengan Private sector.
