Waspada pada Stagflasi

Kios pakaian di pasar beringharjo yang belum ramai pengunjung
Sumber :
  • vstory

Pertama, mewaspadai tekanan inflasi dan dampaknya terhadap ekspektasi inflasi, terutama pada inflasi inti. Kedua, kebijakan makro yang tetap akomodatif dalam mendorong pembiayaan bagi perekonomian dan untuk mengatasi scarring effect ekonomi. Ketiga, kebijakan stabilisasi nilai tukar diarahkan untuk mencapai stabilitas rupiah yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan inflasi. Keempat, penguatan sistem pembayaran secara digital. Kelima, meningkatkan koordinasi untuk membangun kebijakan moneter dan fiskal yang cepat dan tepat.

img_title BGN Beri Batas Waktu Dapur MBG Urus SLHS hingga 10 Agustus 2026

Saat ini inflasi inti Indonesia berada di level yang relatif stabil. Berdasarkan data BPS, secara tahunan, inflasi inti Juni 2022 mencapai 2,63 persen atau meningkat dibandingkan periode Mei 2022 yang tercatat sebesar 2,58 persen. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di level 5,01 persen pada Triwulan I 2022 yang artinya pertumbuhan ekonomi masih lumayan tinggi. Tetapi tentu saja kita perlu lebih waspada bila melihat komponen pertumbuhan yang relatif mengumpul dan pertumbuhannya masih sangat tinggi pada sektor tertentu.

Menjaga Konsumsi Rumah Tangga dan Pemerintah
Porsi terbesar perekonomian Indonesia adalah dari konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah. Dengan demikian Indonesia harus menjaga konsumsi keduanya agar tetap tumbuh cepat. APBN harus hadir dengan memberi bantalan yang lebih tebal dan mampu melindungi masyarakat.

Salah satu langkah yang bisa diambil adalah tetap menjaga anggaran perlindungan sosial. Realisasinya bisa diberikan dalam bentuk bantuan sosial dengan sasaran KPM dan BPUM yang ter-update sesuai kondisi sehingga dapat tepat sasaran. Anggaran subsidi energi dan kompensasi juga perlu ditambahkan dan direalokasi dengan tepat. Dengan demikian dapat terhindar dari parahnya dampak stagflasi. Suparna (Statistisi Madya pada BPS Provinsi DIY)

img_title Pertamina Patra Niaga Perkuat Desa Energi Berdikari di Bali
Lahan pertanian siap panen di Panggang Gunungkidul (26/01/2023)

Siapkah untuk Digitalisasi Pertanian?

Selain sumberdaya manusia, faktor lain kendala kesiapan penerapan digitalisasi pada sektor pertanian di Indonesia adalah keterbatasan Iahan dan biaya.

img_title
VoxPop.co.id
30 Januari 2023
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VoxPop.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut