Peristiwa Penembakan Itu, Masalah Akal Sehat
- vstory
Peristiwa penembakan Brigadir J pastinya masih jadi gunjingan dan bikin penasaran, walau biang tersangkanya sudah disebut. Isi kepala masyarakat banyak yang masih terus mencoba merangkai dan kait-mengkaitkan motif pelaku. Berdasarkan keterangan resmi, isu dan rumor yang beredar.
Campur-aduk mirip gado-gado. Apalagi kalau sumber praduga masyarakat berasal dari sosial media, yang pesannya kadang mengada-ada dan sok tahu. “Gado-gado” yang seharusnya nikmat mengenyangkan, jadi malah ingin membuat muntah.
Terus digunjing dan bikin penasaran masyarakat. Ada yang bilang sebuah kewajaran. Mengingat kejahatan yang terjadi seolah di luar akal sehat. Jika benar terbukti di pengadilan nanti, seorang berpangkat jenderal, yang sejatinya adalah kesatria, tega memerintahkan anak buahnya untuk menembak anak buahnya yang lain sampai mati. Dan anak buah serta kolega lainnya, diminta mengelabui kejahatannya dalam peti mati.
Jangan biarkan kasus, lama terungkap. Jangan biarkan masyarakat ikut-ikutan tak berakal sehat. Menulis dan komentar sembarangan di sosial media. Makin memupuk budaya tukang gunjing dan ghibah. Merusak mental dan kehidupan sosial.
Masyarakat tak punya pilihan. Mereka menitipkan kepercayaanya kepada kepolisian dalam hal penegakan hukum. Kepolisian adalah lembaga yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Untuk mengayomi, melayani dan melindungi masyarakat dari kejahatan sesama individu dalam masyarakat. Polisi adalah wajah Presiden. Jalankanlah apa yang diperintahkan Presiden Jokowi.
“Sejak awal saya sampaikan, usut tuntas, jangan ragu-ragu, jangan ada yang ditutup-tutupi, ungkap kebenaran apa adanya,” tegas Jokowi di Sekretariat Presiden (9/8/2022).
Semoga citra polisi tetap terjaga. Profesional, Modern dan Terpercaya, seperti yang digaungkan mantan Kapolri, Jendral Tito Karnavian, yang sekarang menjadi Mendagri.
